SNMPTN yang Membuat Gelisah

Masuk perguruan tinggi negeri adalah momen yang sangat diinginkan oleh para siswa SMA kelas 3, karena pada saat itu lah para siswa harus menentukan pilihan dan masa depannya. Begitu pula saya pada 3 tahun silam pernah mengalami saat-saat gelisah dengan namanya “SNMPTN”.

Pada 3 tahun silam semenjak saya masih SMA, saya di instruksikan oleh guru untuk menentukan pilihan apakah akan melanjutkan ke bangku kuliah atau melanjutkan ke bidang yang lain seperti bekerja dan sebagainya. Dan banyak siswa yang memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, termasuk saya. Pada saat itu, di benak saya belum muncul pilihan jurusan yang tepat bagi saya karena memang pada saat itu saya masih belum tahu apa-apa mengenai namanya “Kuliah”. Saat itu juga saya sangat sering berkonsultasi ke BK (Bimbingan Konseling). Orang yang saya sering diajak konsultasi adalah Pak Ahmad (Salah satu guru BK di SMA Negeri 17 Bandung).

Dengan seringnya berkonsultasi dengan beliau, akhirnya saya pun menentukan pilihan untuk memilih jurusan komputer karena pada saat itu saya tertarik dengan dunia desain grafis. Dan perguruan tinggi yang pertama saya pilih adalah ITB (Institut Teknologi Bandung) tepatnya STEI (Sekolah Teknologi Elektro dan Informatika) ITB. Tetapi pada saat itu juga, pak Ahmad melarang saya untuk memilih ITB karena SNMPTN yang mengandalkan nilai rapor siswa dan beliau menilai bahwa nilai rapor saya kurang dari batas minumum STEI-ITB. Mendengar perkataan beliau membuat saya sangat gelisah, karena saya sudah membulatkan tekad untuk masuk ITB sedangkan waktu singkat sudah sangat menghampiri. Dengan begitu, saya harus segera membuar keputusan.

Pada saat itupun, saya selalu berkonsultasi baik dengan orangtua ataupun dengan pak Ahmad. Dan beliau merekomendasikan untuk memilih jurusan Ilmu Komputer UPI.

“..Saya harus segera membuat keputusan”

Dan akhirnya saya pun mencoba untuk memilih Ilmu Komputer UPI. Tetapi kegelisahan tidak berakhir sampai sana, karena syarat pemilihan perguruan tinggi di SNMPTN adalah 2 PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan setiap PTNnya adalah 2 jurusan. Karena saya bermodal lama di Rohis, saya memilih IPAI (Ilmu Pendidikan Agama Islam) UPI dan untuk perguruan tinggi yang kedua adalah ITB dengan memilih STEI dan FMIPA, karena tekad saya masuk ITB masih sedikit ada. Saya memutuskan untuk memilih yang lebih aman terlebih dahulu adalah karena tekad saya mendalami di bidang multimedia sangat besar dan apapun itu tempatnya akan saya kejar. Tetapi tujuan saya untuk masuk ITB masih belum berakhir, karena saya bertekad untuk memilih ITB di SBMPTN jikalau SNMPTN tidak lolos.

snmptn-1
foto dimabil dari masukuniversitas.com

Waktu terus berjalan, hingga kegelisahan ini memuncak pasca kelulusan UN. Tepatnya bulan Mei 2013 pengumuman SNMPTN diumumkan mulai pada pukul 18.00. Waktu itu ketika pukul 16.00 saya masih di sekolah karena saya masih diam dan mengobrol di masjid dengan pengurus TASRIM (pengurus masjid dan rohis SMA Negeri 17 Bandung). Waktupun sudah menunjukan pukul 17.30, dan saya pun harus pulang karena sudah berniat untuk membuka hasil di rumah dengan orang tua menyaksikan hasilnya. Dan ketika sampai di rumah sekitar pukul 18.10, tepatnya setelah sholat maghrib saya membuka hasil SNMPTN lewat handphone. Hatipun terus berdebar karena hasil menentukan masa depan saya. Alhasil, Allahu Akbar sungguh diluar dugaan dengan tulisan “Selamat kepada Ali Hasan Asyari diterima di Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia” yang berlatar belakang warna hijau. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa, karena saya bisa berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tentunya bisa mengangkat derajat orang tua lebih tinggi.

“Selamat kepada Ali Hasan Asyari diterima di Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia”

Dan pada tanggal 9 Mei 2016 kemarin adalah pengumuman SNMPTN 2016 yang kemudian teringat kegelisahan saya ketika bergelut dengan namanya SNMPTN. Dan hari ini saya juga merasa sudah di ujung angkatan karena sudah mempunyai adik tingkat dari 3 generasi. Sudah waktunya saya berjuang demi kelulusan dan demi perjuangan saya dahulu di SMA sehingga bisa diterima di UPI.

13096175_897342513721794_4068573247278300948_n
SELAMAT!! (foto diambil dari facebook.com/bemkemakom)

Selamat berjuang adik-adikku!! dan tetap semangat bagi yang belum diterima di jalur SNMPTN. Saya yakin, masih banyak kesempatan dan jalur terbaik serta tentunya terbaik menurutNya. Dan mungkin SBMPTN adalah jalur yang tepat bagi teman-teman. Pada hakikatnya perjuangan tidak selalu mengenal kata manis, tetapi terkadang perjuangan itu harus di selimuti oleh kepedihan. Dan saya yakin, ketika kita berjuang dan berniat dengan sungguh-sungguh maka niscaya apa yang kita inginkan akan didapat. Dan selalu yakin ketika kita gagal, akan selalu tergantikan kesuksesan di masa depan. SEMANGAT 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s