Penggunaan Handphone dalam Pandangan Islam

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pada era ini, perkembangan teknologi informasi berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan tersebut, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi. Perkembangan Teknologi Informasi ini beriringan pula dengan perkembangan masyarakat dari yang tradisional menjadi modern, secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju ke arah globalisasi. Dapat dilihat dari cara masyarakat berkomunikasi yang tradisional dalam penerimaan informasi dari jarak jauh memerlukan waktu yang lama, karena saat itu cara penyampaian informasi masih menggunakan cara yang sederhana, yaitu surat-menyurat. Dengan seiringnya perkembangan teknologi, maka cara berkomunikasi  sudah pada tingkat yang lebih modern dengan hadirnya telepon genggam (handphone).

Salah satu kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat yaitu telepon genggam atau biasa disebut handphone. Dengan adanya handphone ini, mempermudah manusia untuk berkomunikasi tanpa mengenal jarak. Handphone adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun keunggulannya adalah dapat dibawa kemanapun dan tidak perlu disambungkan dengan kabel. Dengan kecanggihan teknologi, fungsi handphone kini tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa, tetapi dapat juga mengakses internet, sms, berfoto dan lainnya.

Di satu sisi, handphone memiliki dampak positif, diantaranya adalah dapat mempermudah komunikasi, menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi, dan memperluas atau mempererat silaturahmi. Dari dampak positif tersebut, handphone memiliki dampak negatifnya, diantaranya adalah dapat menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat, kurangnya bersosialisasi secara langsung dan juga dapat terjadinya tindak kejahatan.

Peran Islam dalam perkembangan teknologi pada dasarnya adalah untuk menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Bukan berarti Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Pada dasarnya kita hidup di dunia ini tidak lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Ada banyak cara untuk beribadah kepada Allah SWT seperti sholat, puasa dan menuntut ilmu. Menuntut ilmu hukumnya wajib. Seperti sabda Rasulullah SAW: “mencari ilmu adalah sebuah kewajiban atas setiap muslim laki-laki dan perempuan” (HR. Ibnu Abdil Barr). Ilmu adalah kehidupannya islam dan keimanan. Maka dari itu umat muslim boleh memanfaatkan teknologi untuk melakukan dan memenuhi kebutuhan selama dalam syari’ah islam.

Dalam makalah ini, kami akan mengulas tentang bagaimana pandangan islam terhadap penggunaan handphone. Di dalamnya kami akan membahas bagaimana Islam memandang terhadap penggunaan software dan berkomunikasi lewat salah satu alat teknologi di zaman sekarang. Selaku masyarakat yang awam terhadap perkembangan teknologi pada zaman ini, kita harus selalu bijak dalam penggunaannya dan menghindari segala mudharat yang ada pada handphone.

Dalam makalah ini juga, kami akan mengulas dan membahas bagaimana hukum – hukumnya ketika masyarakat sekarang sudah sangat tergantung dengan adanya handphone.

  1. Rumusan Masalah
  2. Bagaimana Islam memandang dengan adanya handphone?
  3. Bagaimana Islam memandang dengan adanya software yang sering digunakan oleh masyarakat?
  4. Bagaimana Islam memandang dengan berkomunikasi lewat handphone?
  5. Bagaimana hukum – hukumnya menurut Islam terhadap penggunaan fasilitas di handphone ini?

 

 

  1. Tujuan
    1. Memberikan pencerdasan bagaimana handphone di mata Islam.
    2. Mengetahui mana yang positif dan mana yang negatif dari penggunaan
    3. Mengetahui adab menggunakan handphone dan berkomunikasi lewat
    4. Mengetahui batasan – batasan menggunakan handphone untuk berkomunikasi.


 

BAB II

LANDASAN TEORI

  1. Teknologi

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaannya, teknologi merujuk pada suatu alat yang dapat digunakan untuk mempermudah pekerjaan dan menyelesaikan masalah-masalah.

Definisi Teknologi menurut Poerbahawadja Harahap, Teknologi adalah ilmu yang menyelidiki cara-cara kerja di dalam teknik dan ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik-pabrik dan industri-industri. Sedangkan definisi Teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:1158), Teknologi adalah  metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan dan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Perkembangan teknologi informasi sedemikian cepatnya membawa dunia memasuki era baru yang lebih modern. Perkembangan teknologi sangat besar efeknya bagi masyarakat menuju ke arah globalisasi. Tak dapat dipungkiri pula, bahwa teknologi sangat membantu manusia dalam pekerjaan bahkan membantu dalam penyelesaian masalah.

Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli :

  1. Pengertian Teknologi menurut Djoyohadikusumo (1994, 222), berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering).
  2. Sardar (1987, 161), Pengertian teknologi adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya.
  3. Berikut adalah pengertian atau makna Teknologi menurut Capra (2004, 106), seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah.
  4. Tidak ketinggalan, seorang Ahli sosiologi yang bernama Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107), mendefinisikan atau memberi pengertian teknologi sebagai kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.
  5. Ini pengertian yang tidak kalah dengan yang lain. Definisi atau Pengertian Teknologi Menurut Poerbahawadja Harahap, yaitu ada dua sebagai berikut :
    1. Ilmu yang menyelidiki cara-cara kerja di dalam teknik.
    2. Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik-pabrik dan industri-industri.
  6. Pengertian Teknologi menurut situs Wikipedia sebagai sebuah situs yang banyak dijadikan referensi orang, maka tidak salah jika saya menganggap Wikipedia adalah bagian dari para Ahli, berikut informasi Pengertian Teknologi menurut Wikipedia, Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
  7. Lalu yang terakhir menurut Miarso (2007 : 62), Teknologi adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk , produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem.

Perkembangan teknologi terbaru, seperti mesin cetak, telepon, dan internet, telah menyebabkan berkurangnya hambatan fisik untuk berkomunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas pada skala global. Namun, tidak semua teknologi telah digunakan untuk tujuan damai, pengembangan senjata terus meningkat dan telah berkembang sepanjang sejarah, hingga ke senjata nuklir.

Teknologi merupakan Aplikasi ilmu dan engineering untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas serta memperbaiki kondisi manusia atau memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek.

 

Sejarah Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran, dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi. Secara etimologis, akar kata teknologi adalah “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, kecakapan tertentu, pengetahuan tentang prinsip-prinsip, atau metode dan seni. Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul “Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin” (“Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical”).

Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari yang sederhana hingga yang menghebohkan dunia. Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu zaman romawi kuno. Teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan objek-objek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat. Salah satunya adalah seperti yang ada di Indonesia, yaitu fenomena mobil esemka yang diciptakan beberapa sekolah di Solo. Telah membuat inovasi mobil Nasional untuk Indonesia. Selain itu juga, ada di Sidoarjo yang memproduksi kapal laut untuk kebutuhan melaut. Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional seperti bercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah.

 

Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :

Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris: neutral technological progress), terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress), kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan. Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving technological progress), fenomena yang relatif langka, penyebab utamanya dikarenakan hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.

Pengalaman di berbagai negara berkembang menunjukan bahwa adanya campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa peraturan pemerintah yang terlampau ketat, dalam pasar teknologi asing justru menghambat arus teknologi asing ke negara-negara berkembang.

Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia zaman sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan manusia. Di banyak belahan masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi, pangan, komputer, dan masih banyak lagi. Di lain pihak, suatu kebijaksanaan ‘pintu yang lama sekali terbuka’ terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak investor asing, karena merekalah yang melakukan segala upaya teknologi yang sulit dan rumit.

Ini menjadi bukti bahwa memang teknologi sudah menjadi kebutuhan dan merata di setiap sektor kehidupan manusia. Terlebih setelah adanya penemuan komputer dan laptop, yang sekarang hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer ataupun laptop. Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling mutakhir dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia.

 

  1. Handphone
    Handphone adalah suatu alat komunikasi tanpa menggunakan kabel. Sejarah perkembangan Handphone bermula di awal abad 19. Pada tahun 1910, permulaan telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson (Swedia), pendiri perusahaan Ericsson yang kini dikenal dengan perusahaan Sony Ericsson dan merupakan bidang bisnis telegraf. Lalu pada tahun 1970, perkembangan telepon mobile didominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan Motorola, diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi, pada tahun 1971, jaringan handphone pertama dibuka di Finlandia bernama ARP. Baru-baru ini, tren komunikasi mulai beralih menjadi teknologi seluler yang menjanjikan. Semakin canggih teknologi handphone ini terlihat dari kecepatan transfer data, menyediakan layanan internet, memiliki fasilitas kamera, video, radio dan lain-lain. Kecanggihan tersebut sangat mempermudah manusia dalam hal berkomunikasi tanpa mengenal jarak dan waktu.

Handphone memiliki kekurangan dan kelebihannya. Kelebihan Handphone diantara lain adalah sebagai sarana komunikasi untuk mempermudah berkomunikasi tanpa mengenal jarak dan waktu, menambah pengetahuan tanpa adanya batasan, memperluas dan mempererat silaturahmi dengan orang-orang yang dikenal. Namun dari sekian banyaknya kelebihan, handphone memiliki kekurangan juga, diantaranya adalah dapat menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat, kurangnya bersosialisasi secara langsung dan juga dapat terjadinya tindak kejahatan.

Fungsi utama dari handphone adalah sebagai alat komunikasi melalui suara dan pesan singkat (SMS). Selanjutnya handphone berfungsi untuk menangkap siaran radio, televise, juga dilengkapi dengan fungsi audio, kamera, video, game, serta layanan internet. Kini handphone bahkan memiliki fungsi yang hampir sama dengan perangkat komputer. Namun pada intinya, pengertian handphone adalah sebagai sebuah alat telekomunikasi sehingga fungsi utamaya adalah untuk berkomunikasi baik melaui suara maupun pesan singkat.

 

  1. Komunikasi
    Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara 2 individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Pengertian Komunikasi menurut James A.F Stoner adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. Sedangkan menurut Prof. Drs. H.A.W. Widjaya mengatakan bahwa pengertian komunikasi adalah hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok.

Secara umum, tujuan komunikasi adalah supaya yang disampaikan komunikator dapat dimengerti oleh yang lainnya, dapat memahami orang lain, dan sebagainya. Dalam manfaatnya, dampak yang ditimbulkan komunikasi memiliki fungsi yang sangat berperan dalam kehidupan masyarakat. Secara umum, fungsi komunikasi adalah sebagai kendali, motivasi dan informasi. Sebagai kendali memiliki arti bahwa komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku orang lain, sebagai motivasi memberikan perkembangan dalam memotivasi dan memberikan penjelasan dalam hal-hal di kehidupan, dan untuk memberikan informasi yang diperlukan dari setiap individu serta kelompok dalam pengambilan keputusan.

Dalam berkomunikasi diperlukan syarat-syarat tertentu dalam penggunaannya. Syarat-syarat komunikasi adalah sebagai berikut

  1. Sumber, sumber adalah dasar penyampaian pesan.
  2. Komunikator, komunikator adalah pelaku penyampai atau pemberi pesan.
  3. Pesan, pesan adalah keseluruhan yang disampaikan oleh komunikator.
  4. Saluran, saluran adalah sarana yang digunakan dalam menyampaikan pesan.
  5. Komunikan, komunikan adalah penerima pesan.
  6. Hasil, hasil akhir dari suatu komunikasi.

Dalam mendefinisikan komunikasi, begitu banyak ahli yang mencoba mengartikan komunikasi, berikut informasi tentang pengertian komunikasi menurut para ahli:

  1. Pengertian komunikasi menurut William J. Seller adalah suatu proses dimana simbol nonverbal dan verbal dikirimkan, diterima, dan diberi makna.
  2. Pengertian komunikasi menurut Raymond Ross adalah suatu proses yang menyortir, memiliki dan mengirim simbol-simbol yang sedemikian rupa sehingga dapat membantu pendengar dalam membangkitkan daya respon atau pemaknaan dari sebuah pemikiran yang selaras dengan yang dimaksud oleh komunikator.
  3. Pengertian komunikasi menurut Carl I. Hovland adalah sebuah proses yang mungkin seseorang dapat menyampaikan rangsangan atau dengan lambang verbal yang bertujuan untuk mengubah pola tingkah laku orang lain.
  4. Pengertian komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy adalah suatu proses dalam menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk memberitahu, mengeluarkan pendapat, mengubah pola sikap atau perilaku baik langsung maupun tidak langsung.
  5. Pengertian komunikasi menurut Colin Cherry adalah suatu proses yang pihak-pihak saling menggunakan informasi dalam mencapai tujuan secara bersama dan mengaitkan hubungan antar penerus rangsangan dan pembangkitan balasannnya.
  6. Pengertian komunikasi menurut Forsdale adalah sebuah proses yang dalam sistem terbentuk dan dipelihara serta diubah dengan tujuan agar sinyal-sinyal yang dikirimkan dapat diterima, dan dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
  7. Pengertian komunikasi menurut Everett M. Rogers adalah sebuah proses dimana ide dialihkan dari satu sumber ke penerima lainnya dengan tujuan untuk mengubah pola perilaku mereka.
  8. Pengertian komunikasi menurut Ruben dan Steward adalah suatu proses mengaitkan individu yang satu dengan individu yang lainnya dalam suatu komunitas, kelompok, organisasi dan masyarakat yang menciptakan serta merespon pesan dengan tujuan beradaptasi dengan lingkungan yang satu dengan lainnya.
  9. Pengertian komunikasi menurut Deddy Mulyana terdiri atas tiga konseptual yaitu komunikasi sebagai interaksi, komunikasi sebagai interaksi dan komunikasi sebagai tindakan satu arah.
  10. Pengertian komunikasi menurut William I. Gorden dapat dikategorikan menjadi empat yaitu komunikasi instrumental, komunikasi ritual, komunikasi sosial, dan komunikasi ekspresif.
  11. Pengertian komunikasi menurut Ruben dan Steward dalam ilmu komunikasi bahwa komunikasi merupakan suatu kegiatan kompleks, komunikasi merupakan suatu bidang yang populer, komunikasi merupakan hal yang vital untuk suatu kedudukan atau posis yang efektif, komunikasi merupakan sesuatu yang mendasar dalam kehidupan dan komunikasi merupakan suatu pendidik yang tinggi dan tidak menjadi kompetensi komunikasi yang baik.

Manusia merupakan makhluk sosial, sehingga komunikasi sangat dibutuhkan untuk membantu manusia dalam melakukan interaksi dengan yang lainnya, karena tentunya disetiap kesempatan ternyata kita sangat membutuhkan komunikasi untuk membantu kita dalam memahami orang lain seperti apa kebutuhan dan keinginan orang lain lalu digunakan untuk kepentingan bersama.

BAB III

PEMBAHASAN

  1. Handphone dalam Pandangan Islam

Sesungguhnya pesawat telepon dengan segala kemudahannya telah memegang peran yang sangat penting dan memberikan jasa yang besar berupa penghematan banyak hal, baik waktu, biaya, dan transportasi.

Para ulama pun telah membahas masalah telepon ini beserta adab-adab dalam menggunakan perangkat ini. Hal-hal apa saja yang perlu dijaga dan penting untuk diperhatikan. Seorang di antaranya, Syaikh Dr. Bakar Abu Zaid, beliau menulis sebuah kitab berjudul “Adabul Hatif” (Adab Menelepon) dengan sangat bagus dan mendapat pujian. Telepon genggam, ponsel (telepon seluler) atau HP (handphone) sesungguhnya sama seperti telepon biasa. Hanya saja ponsel memiliki beberapa fasilitas khusus yang tidak dimiliki telepon rumah biasa. Salah satu yang membedakan adalah ponsel lebih bersifat pribadi dan hanya dipegang oleh satu orang tertentu (pemiliknya). Berbeda dengan telepon rumah yang biasanya dipasang di tempat umum, misalnya rumah atau kantor.

Tidak disangkal, ponsel merupakan suatu anugerah yang besar. Sehingga dengan ponsel itu, seseorang bisa menyelesaikan banyak urusannya secara lebih cepat dan lebih mudah. Tetapi perlu diperhatikan pula adanya hal-hal yang bisa menyebabkan hilangnya nikmat syukur pada anugerah besar ini.

Ada beberapa catatan penting agar penggunaan piranti ini lebih bijak dan berhati-hati, sehingga penggunaan piranti ini benar-benar memberikan manfaat seperti yang diharapkan serta tidak menyebabkan datangnya ke-mudharat-an bagi si empunya.

Dalam hal ini, Islam berpandangan bahwa diharuskan para pengguna handphone ini mengetahui bahwasannya Islam menilai dari para pengguna menggunakan handphone dan akan bernilai mudharat apabila pengguna tidak menggunakannya dengan bijak. Maka pada hal ini, para ulama telah merumuskan dan menentukan bagaimana pengguna memahami etik dan adab menggunakan handphone. Maka dari itu, berikut adalah beberapa adab untuk menggunakan handphone :

 

  1. Menyingkat pembicaraan.

Percakapan melalui media telepon hendaknya dilakukan sesingkat mungkin untuk menghindari pemborosan uang/pulsa jika tidak ada keperluan mendesak dan guna tidak mengganggu lawan bicara dengan pembicaraan yang panjang. Maka disarankan bagi seseorang yang menelepon untuk menyingkat pembicaraannya ketika menanyakan suatu hal, menghindari pembicaraan yang terlalu lama berbasa-basi.

Hendaknya dia menahan diri untuk tidak terlalu sering menelepon tanpa keperluan yang benar-benar penting. Juga jangan suka mengumbar kata-kata saat menelepon. Karena ada sebagian orang yang betah berlama-lama saat menelepon hingga berjam-jam.

 

  1. Tidak menyusahkan penerima telepon.

Misalnya menelepon orang dan mengujinya dengan pertanyaan: “Apakah kamu mengenalku?” Ketika dijawab “Tidak”, malah mencela dan menyalahkannya karena sudah tidak mengenalnya lagi atau karena tidak menyimpan nomor ponselnya. Padahal si penerima kadang lebih tua darinya, lebih alim atau terpandang. Mungkin dia memang tidak bisa menyimpan nomornya di ponsel atau disebabkan kapasitas ponsel yang penuh dan tidak mampu menampung nomor lebih banyak.

Maka selayaknya si peneleponlah yang harus memperkenalkan diri di awal pembicaraan jika memang ingin dikenali. Hindarilah cara menelepon yang menyusahkan tersebut. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, berkata:
Aku datang kepada Nabi, lalu aku memanggil beliau. Beliau bertanya: Siapa?” Maka aku jawab: “Saya”. Beliau keluar sambil berkata: “Saya… saya…” (menunjukkan beliau tidak suka dengan jawaban “saya” tersebut). (HR. Bukhari: 6250 dan Muslim 2155).

 

 

  1. Menjaga perasaan penerima telepon dan tidak membuatnya tersinggung.

Mungkin dia sedang sakit atau sedang di tempat yang tidak layak untuk ngobrol, misalnya di masjid atau saat pemakaman. Atau sedang berbicara di forum orang banyak yang dia tidak ingin memotong pembicaraan mereka, dan sebagainya. Bila ternyata panggilan tidak dijawab atau dijawab dengan sangat singkat, maka hendaknya si penelepon memaafkan dan memaklumi keadaannya.

Tidak berburuk sangka kepada penerima telepon. Dan bagi si penerima telepon hendaknya memberi tahu keadaannya, atau menjawab dengan singkat pada saat ada kesempatan, yang bisa dipahami oleh penelepon bahwa dia sedang berada di tempat yang belum bisa bicara panjang lebar. Dengan begitu akan lebih menenangkan hati dan jauh dari prasangka buruk.

 

  1. Mematikan ponsel atau mengaktifkan tanpa nada (mode silent, shamit, diam) saat memasuki masjid.

Tujuannya agar tidak mengganggu orang yang shalat dan mengurangi kekhusyu’an mereka. Jika terlupa mematikan ponsel atau memasang mode silent, lalu tiba-tiba ada yang menelepon, segeralah matikan atau hilangkan suaranya seketika itu juga. Karena sebagian orang membiarkan ponselnya tetap berdering, bahkan dengan nada musik yang mengganggu. Tidak dimatikan, tidak juga diredam suaranya dengan alasan takut melakukan gerakan selain gerakan shalat. Padahal perlu dia ketahui bahwa gerakannya mematikan ponsel tersebut adalah untuk kekhusyu’an shalatnya, bahkan untuk jama’ah lainnya secara umum.

Sebaliknya kita juga harus berlapang dada jika ada orang yang lupa mematikan ponselnya. Tidak serta merta menegurnya dengan keras dan memandangnya dengan sinis. Terutama jika dia orang yang mudah tersinggung, atau mudah marah. Karena mungkin saja dia tidak sengaja dan hanya lupa. Sehingga tidak seharusnya diperlakukan dengan perlakuan yang menyakitkan.

Cukuplah bagi kita teladan yang baik pada diri Rasulullah ketika beliau sangat berlemah lembut terhadap seorang Badui yang kencing di masjid. Beliau memerintahkan untuk menyiram bekas air kencing itu dengan setimba air. Abu Hurairah berkata: “Seorang badui berdiri lalu kencing di masjid. Seketika itu juga orang-orang yang hadir menghardiknya. Tapi Nabi berkata pada mereka: “Biarkan dia selesai. Lalu siramlah kencingnya dengan setimba air. Sesungguhnya kalian diutus untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit.” (HR. Bukhari)

 

  1. Menghindari penggunaan nada dering lagu dan musik.

Karena di dalamnya terdapat larangan keharaman dan celaan terhadap akal orang yang menggunakan nada lagu dan musik tersebut. Karena hal ini sangat mengganggu, terlebih jika sampai dipergunakan dalam masjid atau majelis-majelis umum.

 

  1. Tidak menggunakan ponsel pada saat berada di majelis ilmu atau pada forum-forum besar secara umum.

Karena hal itu bisa mengurangi wibawa majelis dan mengganggu orang yang sedang menuntut ilmu. Menyakiti perasaan pembicara yang sedang menyampaikan pelajaran atau materi dan menimbulkan cercaan terhadap pengguna ponsel tersebut. Disarankan agar tidak menelepon atau menjawab telepon ketika sedang berada dalam suatu pertemuan yang dipimpin oleh orang yang mulia, diisi oleh pembicara tunggal, atau terdapat orang yang lebih tua dan dimuliakan. Karena menelepon atau menjawab panggilan telepon pada saat itu bisa memutuskan pembicaraan dan mengganggu konsentrasi hadirin. Serta merusak etika berbicara dan bermajelis.

Abu Tammam berkata: “Siapakah yang engkau buat murka atau kau bodohi, sedangkan ia membalasnya dengan kesabaran dan kearifan kau lihat dia memperhatikan pembicaraan dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hatinya padahal ia mungkin lebih memahaminya”

Menelepon atau menjawab telepon pada kondisi di atas dimaklumi apabila memang darurat atau ada kebutuhan mendesak yang dikhawatirkan hilangnya kesempatan setelah itu. Tentu dengan tetap menjaga agar tidak memperpanjang percakapan. Dimaafkan juga bagi pemimpin majelis atau orang tua untuk menelepon atau menjawab panggilan telepon. Begitu pula pada pertemuan biasa dengan keluarga atau teman-teman, maka tidak mengapa menerima atau menelepon. Sangat bijaksana jika seseorang yang akan menelepon untuk minta izin terlebih dulu dan keluar dari forum.

 

  1. Jangan merekam pembicaraan atau mengaktifkan suara luar di tengah orang banyak tanpa sepengetahuan lawan bicara.

Kadang hal itu terjadi ketika seseorang menelepon salah seorang temannya atau sebaliknya dia yang ditelepon, diam-diam dia merekam pembicaraan tersebut, atau memperdengarkan suaranya melalui speaker luar, padahal di sekitarnya ada orang lain yang mendengar pembicaraan tersebut. Perbuatan ini tentu tidak pantas dilakukan oleh orang yang berakal, terutama jika pembicaraan itu adalah pembicaraan yang bersifat khusus atau rahasia. Hal ini bisa menjadi bagian dari jenis khianat atau bentuk adu domba. Lebih tidak pantas lagi jika lawan bicara adalah orang yang berilmu, lalu dia merekam semua yang dibicarakannya tanpa sepengetahuannya, kemudian dia sebarkan melalui media internet atau dia tulis ulang dengan melakukan penambahan dan pengurangan.

Syaikh Bakar Abu Zaid, dalam kitabnya Adabul Hatif berkata, “Tidak boleh bagi seorang muslim yang menjaga amanah dan tidak menyukai bentuk khianat merekam pembicaraan orang lain tanpa sepengetahuan dan seizinnya. Apapun bentuk pembicaraannya. Baik tentang agama maupun masalah dunia. Seperti fatwa, diskusi ilmiah, kajian ekonomi, dan sebagainya”. (Adabul Hatif: 28)

Beliau melanjutkan, “Apabila engkau merekam pembicaraannya tanpa izin dan pengetahuannya, maka itu termasuk makar, muslihat, dan pengkhianatan terhadap amanah. Apabila engkau menyebarkan rekaman tersebut kepada orang lain maka lebih besar lagi khianatnya. Lebih-lebih jika engkau mengedit, merubah pembicaraannya dengan mengurangi, dengan mendahulukan atau mengakhirkan atau bentuk-bentuk lain dari bentuk penambahan atau pengurangan, maka engkau telah melakukan kesalahan yang bertingkat-tingkat dan engkau terjatuh pada pengkhianatan yang sangat besar dan tidak bisa ditolerir. Kesimpulannya, perbuatan merekam pembicaraan orang lain, baik melalui telepon atau media lainnya, jika tanpa sepengetahuan dan seizin orang tersebut, maka tindakan tersebut adalah tindakan maksiat, khianat, dan mengurangi keadilan seseorang. Tidak ada yang melakukannya kecuali orang yang dangkal ilmu agamanya, akhlak, dan etikanya. Terlebih jika pengkhianatannya bertingkat sebagaimana telah dijelaskan di atas. Maka bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah, jangan khianati amanah yang kalian emban dan jangan khianati saudara kalian”. (Adabul Hatif: 29-30).

 

  1. Menjaga sopan santun dalam menulis pesan singkat.

Kemampuan kirim-terima pesan singkat (SMS) memang merupakan salah satu fitur yang digemari pada ponsel. Namun pengguna ponsel yang berakal haruslah memperhatikan tatakrama dan aturan dalam ber-SMS. Hendaknya dia menulis SMS dengan bahasa yang indah, mengandung pelajaran, kabar gembira, pelipur duka atau menyenangkan. Bagus juga berisi pesan-pesan yang mengandung hikmah, dzikir, nasehat, kata mutiara atau semacamnya.

 

  1. Meneliti kebenaran suatu pesan.

Jika suatu pesan singkat (SMS) mengandung suatu informasi, maka konfirmasikan dulu kebenarannya sebelum mengirimnya. Jika berisi suatu berita, pastikan dulu bahwa berita tersebut benar adanya. Karena mungkin berita itu akan diteruskan ke orang lain. Pengirim mestinya paham bahwa pesannya bisa saja berpindah tangan dan tersebar kemana-mana. Bila pesan baik yang dia kirimkan, dia akan mendapatkan manfaatnya. Namun jika pesan buruk yang dia sebarkan, maka bersiaplah menuai akibatnya. Maka perhatikanlah pesan yang akan dia kirimkan itu, akan mendatangkan kebaikan ataukah justru berdampak buruk.

Hal-hal yang juga perlu diwaspadai adalah adanya kebiasaan menulis nasehat melalui pesan singkat untuk melakukan amalan-amalan tertentu tanpa memperhatikan hukumnya syar’i atau tidaknya.

Misalnya nasehat untuk melakukan puasa akhir tahun karena bertepatan dengan hari Senin, mengkhususkan do’a tertentu dengan kebaikan atau keburukan seorang tertentu dan pada waktu tertentu, atau mengirim pesan pada seseorang dan mengharuskannya meneruskan pesan tersebut ke sepuluh orang lainya atau sejumlah orang tertentu. Hal seperti ini tidak layak dilakukan, karena hal itu bisa menjerumuskan seseorang ke dalam hal-hal yang diada-adakan dan bid’ah. Adapun saling menasehati agar mendoakan kaum muslimin, melaknat musuh-musuh agama, memanfaatkan waktu dan tempat dengan kebaikan dan semisalnya maka hal itu boleh. Tanpa mengkhususkan dengan do’a tertentu.

 

  1. Hindari pesan-pesan SMS yang tidak baik.

Misalnya mengandung kata-kata jorok, celaan, gambar tak senonoh atau foto-foto porno, atau ucapan yang memiliki dua makna baik dan buruk. Pada saat awal membaca pesan tersebut yang ditangkap adalah makna buruk, namun setelah diamati dengan seksama diketahui bahwa maknanya adalah baik. Atau kalimat yang diputus dengan spasi cukup panjang sehingga lanjutan kalimat tersebut baru terbaca setelah menekan tombol ponsel. Semua itu menunjukkan perilaku dan etika yang buruk.

Al-Mawardi berkata: “Dan yang termasuk perkataan buruk, yang wajib dijauhi dan mesti dihindari adalah kata-kata yang bertolak belakang. Mulanya dipahami sebagai kata-kata buruk. Lalu setelah diteliti dan dipahami dengan benar ternyata bermakna baik”. (Adabud Dunya Wad Dien: 284).

Dilarang pula bercanda dengan berlebihan. Atau menggunakan kalimat-kalimat cinta, terutama terhadap wanita. Karena wanita sangat suka dipuji dan mudah tergoda rayuan. Ucapan lainnya yang juga dilarang adalah yang mengandung celaan, fitnah dan lainnya. Semua hal tersebut dilarang karena menyelisihi syar’i, merusak adab, dan bisa menghilangkan syukur terhadap nikmat pada perangkat ponsel ini.

 

Pada hal ini, ketika kita menggunakan handphone untuk kebutuhan, maka harus sepatutnya kita mengamalkan adab menggunakannya. Ketika kita menggunakannya dengan bijak, maka Islam pun memandang handphone ini sangat bermanfaat karena memudahkan kesulitan ketika berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Akan tetapi apabila handphone ini digunakan dengan tidak baik, maka Islam pun akan berpandangan bahwa handphone memiliki banyak mudharat  dan bisa menjerumuskan pengguna kepada maksiat yang tentu saja tidak diinginkan oleh Islam sendiri. Makanya mari menggunakan handphone sebaik mungkin.

 

 

  1. Software Handphone dalam Pandangan Islam beserta Mudharatnya

Islam sangat senang sekali dengan kehidupan yang teratur dan bermanfaat, maka dari itu kita sebagai khalifatul fill ardi berkewajiban menciptakan dan menebar manfaat dengan sekitarnya. Begitu pula handphone yang menjadi kebutuhan manusia zaman sekarang, banyak sekali fasilitas – fasilitas yang sangat menunjang kebutuhan manusia. Dari sini terbukti bahwa handphone menebar manfaat untuk sekitar. Tetapi tidak sampai disana saja, bahwa banyak sekali manusia yang tergelincir ke lingkaran maksiat dengan menggunakan handphone. Seperti kadang – kadang seseorang lupa waktu akibat terlalu termanjakan oleh yang bernamakan software handphone. Salah satunya adalah apilkasi Social Media dan Game.

Dua hal ini terkadang selalu membuat kita tidak mau melepas begitu saja. Apakah fasilitas ini bermanfaat? Ataukah tidak sama sekali? Maka dari itu kita selaku pengguna harus paham terhadap apa yang kita gunakan dan menggunakannya secara bijak. Maka dari itu juga, dibawah ini akan dijelaskan bagaimana manfaat dan mudharatnya penggunaan software game dan social media di handphone.

  1. Software Game

Game adalah salah satu media yang berkembang sangat pesat dua dasawarsa ini, kalau di awal 1990-an game masih bisa dianggap sebagai komoditas anak – anak, di era 2000 ke atas, game sudah menjangkau berbagai bidang seperti hiburan untuk semua kalangan, bisnis, simulasi, edukasi, dan juga pembelajaran virtual.

Tidak hanya di negara barat sebagai pusat industri, kini pertumbuhan game, baik dari segi produsen maupun konsumen juga mulai merambah ke pasar-pasar yang lebih luas termassuk salah satunya Indonesia.

Game Lebih banyak positifnya atau buruknya?

Membahas mengenai dampak game tidak terlepas dari baik dan buruk, disini kita akan mebahas apa saja dampak yang ditimbulkan, sehingga kita bisa menimbang-nimbang penting gak sih game untuk remaja dan anak-anak kita, langsung saja menurut penelitian dari berbagai Negara maju hasil positifnya yaitu

v  Memainkan video game membuat anak mengenal teknologi computer.

v  Game dapat memberikan pelajaran dalam hal mengikuti arahan dan aturan.

v  Beberapa game menyediakan latihan untuk pemecahan masalah dan logika.

v  Game menyediakan latihan penggunaan saraf motorik spatial skill.

v  Game menjadi sarana keakraban dan interaksi akrab antara orang tua dan anak ketika   bermain bersama.

v  Game mengenalkan teknologi dan berbagai fiturnya.

v  Beberapa game mampu menyediakan sarana penyembuhan untuk pasien tertentu.

v  Game menghibur dan menyenangkan.

 

Dampak positif yang telah dipaparkan masih bersifat umum, darimana kita memandangnya maka persepsi itu akan lahir. Sejatinya, pemilihan game yang baik akan berdampak juga terhadap baiknya jasmani dan rohani seseorang yang memainkannya.

Ilustrasi yang menarik menggelitik rasa ingin tahu para remaja pada khususnya yang notabenenya masih labil dengan rasa keingintahuan yang tinggi

“Segala sesuatu jika overdosis itu tidak baik”

Sepenggal kalimat bijak yang sering kita dengar namun masih banyak dari anak remaja yang melupakan itu dalam hal yang satu ini. Berawal dari iseng-iseng akhirnya menjadi candu, niatnya mengisi waktu luang daripada bengong. Segala sesuatu yang sifatnya sia-sia atau mubadzir adalah sifat setan. Dalam salah satu ayat Allah,

 

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Dalam surat Al israa’ ayat 27 diatas menegaskan segala hal yang tidak bermanfaat atau terkesan berlebihan adalah bentuk dari makar setan agar dalam hidup manusia melakukan hal yang sia-sia. Karena kita tahu hidup di dunia ini sejatinya hanyalah untuk beribadah, meski sebenarnya hidup dunia ini memang hanyalah sebuah permainan yang tidaklah kita harus membuat permainan lagi.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

Bermain game tidaklah diharamkan, namun harus ada porsi tersendiri karenannya orang yang sudah kecanduaan dengan game akan selalu merasa kurang dalam hidupnya jika belum bermain game dalam kesehariannya. Akan lebih parah lagi saat game menjadi Tuhan, karena game seseorang melupakan ibadah, seperti sholat karena begitu asyiknya, begitu bersemangatnya yang ujung-ujungnya ibadah wajibpun luput dari ingatan. Hal ini juga menjadi patologi sosial ketika seseorang tidak melakukan kegiatan apapun kecuali nge-game dan melupakan interaksi sosial, manusia diciptakan untuk saling mengenal satu-sama lain dan itu juga menjadi perintah agama, dalam surat Al hujurat ayat 13 berbunyi :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal…”.

Sangat menyalahi perintah ketika seseorang tidak melakukan perintah Tuhan dalam bersosialisasi dengan sesama karena kodrat manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain.

Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri ketika melihat fenomena yang menyangkut keselamatan jiwa seseorang gamers. Bermain game atau nge-game itu menyehatkan karena seseorang sebagai makhluk bermain membutuhkan sisi-sisi ketidakseriusan dalam hidupnya. Namun jika berlebihan itu tidak akan menjadi baik justru sebaliknya. Nge-game melatih otak, merangsang kekreatifitasan saat otak berfikir maka tangan yang melakukan dan keseluruhan anggota badan harus sinkron diantara keduanya. Namun yang menjadi permasalahaan adalah game menjadi candu bagi beberapa orang dan itu justru malah berakibat fatal terhadap psikologis, jasmani, sampa ke tahap rohani.

Dalam perspektif psikologi, seseorang akan lebih cenderung pendiam, pasif, tidak mempunyai pendirian karena mereka gamers atau game mania jarang sekali bersosialisasi dengan masyarakat karena telah bersosialisasi dengan dunia mayanya. Lebih parah lagi ketika kehidupan nyata mereka anggap seperti di dalam dunia game yaitu mereka menganggap pembunuhan itu hal biasa, seseorang mampu terbang diatas awan, sampai kasus-kasus tak lazim seperti yang pernah terjadi di awal-awal kemunculan negatifnya game korban game smackdown oleh anak-anak.. Tentunya mental seperti inilah yang seharusnya dihilangkan, karena apa yang mereka mainkan di dalam permainannya adalah semu. Selanjutnya dari segi jasmani, sudah jelas bagi mereka yang mempunyai aktivitas lebih sedikit daripada umumnya akan berdampak buruk bagi kesehatannya.

Bermain game membuat tubuh pasif, duduk dan diam adalah rutinitas yang dijalani para gamers yang dimana jika hal ini berlangsung lama tanpa jeda bisa dibayangkan efek apa yang akan mengganggu jasmaninya.

 

“…..Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).

 

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu.” (An-Nisa: 29).

Jika mental dan kesehatan sudah terganggu maka kehidupan rohani juga akan ikut terganggu, orang yang lupa waktu sama saja dengan tak sadarkan diri yang menjadi lupa segalanya sampai-sampai lupa terhadap kewajibannya sebgai makhluk yang membutuhkan Tuhan.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah: 5).

Setiap orang haruslah pandai dalam mengatur waktu dan juga meliterasi sebuah game agar kedepannya fenomena kecanduan game tidak berdampak fatal terhadap diri sendiri khususnya dan masyarakat pada umumnya.

 

  1. Social Media

Media sosial sudah tidak diasing lagi bagi para pengguna handphone. Apalagi ketika bermunculan software berbasis chat seperti Line, Whatsapp, BBM, dsb. Media sosial yang satu ini sudah sangat sekali booming dikalangan masyarakat, dari mulai anak – anak sampai orang dewasa pun menggunakannya. Tidak terlepas dari itu, Facebook, Twitter, Instagram dan Path yang selalu bersaing dengan software berbasis chat dan tidak kalah populer untuk para pengguna. Apalagi dengan zaman sekarang yang notabene menggunakan smartphone. Segala kemudahan ini dimanfaatkan bagi para pengguna handphone dengan menjadi suatu kebutuhan sehari – hari.

Media sosial sangatlah baik dan banyak memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia akan tetapi juga dapat berdampak negatif jika penggunaannya terlalu berlebihan. Sudah seharusnya dapat memfilter dan memilih-milih jangan sampai penggunaan media sosial menjerumuskan kita.

Maka dari itu, ini adalah paparan bagaimana dampak positif dari penggunaan media sosial:

  1. Media sosial dapat menyambung tali silaturahmi dengan kerabat, saudara, ataupun teman-teman yang lama yang sudah tidak bertemu.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga.”(HR. Bukhari). Dari sabda Rasulullah tersebut jelas bahwa Islam sangat membenci orang yang memutuskan tali silaturahmi dan dianjurkan untuk menjalin tali silaturahmi dengan banyak orang.

  1. Hal positif lainnya adalah dengan memanfaatkan media sosial kita dapat melakukan kegiatan bisnis tentunya yang sesuai dengan hukum-hukum Islam.
  2. Media sosial juga kita dapat memanfaatkannya sebagai jalan dakwah atau menyampaikan ajaran Islam.
  3. Dengan media sosial juga kita dapat mencari jodoh yang sesuai dengan keinginan kita dan tentunya insya Allah sesuai pula dengan agama kita.
  4. Kita dapat memperoleh banyak informasi yang berguna yang kita butuhkan dan masih banyak lagi kelebihan lainnya.

 

Dari sekian kelebihan tersebut jika kita tidak pandai menyikapinya terdapat pula dampak negatifnya antara lain adalah

  1. Berawal dari media sosial sering terjadi tindak kejahatan seperti penipuan, pembunuhan, pemerkosaan, penculikan dan lain-lain.
  2. Dengan seringnya kita menggunakan media sosial dapat membuat kita jadi malas bersilaturahmi melalui dunia nyata yang tentunya lebih banyak membawa manfaat.
  3. Media sosial dapat pula mengakibatkan kita lupa beribadah karena terlalu asyik.

 

Dari kelebihan dan kekurangan diatas bisa menarik kesimpulan bahwa kita harus menanamkan dalam diri kita bahwa islam itu bukanlah agama yang ketinggalan zaman akan tetapi islam juga tidak terlalu mengikuti perkembangan zaman oleh karena itu kita harus pandai-pandai memilih cara dalam pergaulan sosial jangan sampai kita di kuasai oleh dunia tapi kitalah yang harus menguasai dunia agar kita dapat mengontrol semua tindakan kita dengan membentengi diri menggunakan hukum-hukum Islam yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadist.

 

  1. Berkomunikasi dengan Handphone dalam Pandangan Islam beserta Hukumnya

Dengan adanya software yang semakin berkembang, salah satunya media sosial yang sangat membantu dan memudahkan kita sebagai pengguna dalam menggunakannya. Banyak sekali yang bisa lakukan dalam media sosial dan pada umumnya digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama. Lalu bagaimana Islam menanggapinya? Sedangkan ketika berkomunikasi banyak batasan, seperti laki – laki dengan perempuan yang sangat dibatasi dalam berkomunikasi. Dari komunikasi ini, timbul beberapa komunikasi lewat handphone. Macam – macam nya seperti chatting/SMS atau Telepon.

Sebagaimana yang kita  maklumi bahawa, komunikasi dengan tulisan melalui jaringan internet dan handphone atau yang lebih dikenal dengan ‘chatting‘ baru muncul dan populer beberapa tahun terakhir. Yaitu, tepatnya setelah ditemui jaringan internet. Karena itu dalam kitab-kitab ulama terdahulu khususnya buku fiqih, istilah ini tidak akan ditemui. Namun asas bagi hukum chatting ini sebenarnya sudah dibahas oleh ulama, jauh sebelum jaringan internet ditemukan.

Chatting dengan lawan jenis yang bukan mahram sama halnya dengan berbicara melalui telepon, SMS, dan berkiriman surat. Semuanya ada persamaan, yaitu sama-sama berbicara antara lawan jenis yang bukan mahram. Persamaan ini  juga mengandung adanya persamaan hukum. Karena itu, ada dua perkara berkaitan yang perlu kita bahas sebelum kita lebih jauh membicarakan hukum chatting itu sendiri. Pertama, adalah hukum bicara dengan lawan jenis yang bukan mahram. Kedua, adalah hukum khalwat.

Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara’. Seperti pembicaraan yang mengandungi kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat. Begitu jika hal yang penting atau berhajat umpamanya hal jual beli, kebakaran, sakit dan seumpamanya maka tidaklah haram.

Dalam sejarah, kita lihat bahwa istri-istri Rasulullah SAW berbicara dengan para sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang mereka ajukan tentang hukum agama. Bahkan ada antara istri Nabi SAW yang menjadi guru para sahabat selepas wafatnya baginda yaitu Saidatina Aisyah RA.

 

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman:

 

“Karena itu janganlah kamu (istri-istri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik”. (QS. al-Ahzab: 32)

Imam Qurtubi menafsirkan kata  ‘Takhdha’na’  (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati, yaitu menarik hati orang yg mendengarnya atau membacanya adalah dilarang dalam agama kita.

Artinya pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suara. Termasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan istimewa, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik.

Termasuk juga dalam melembutkan suara adalah kata-kata atau isyarat yang mengandung kebaikan, namun ia boleh menyebabkan fitnah, yaitu dengan cara dan bentuk yang menyebabkan timbulnya perasaan khusus atau keinginan yang tidak baik pada diri lawan bicara yang bukan mahram. Baik dengan suara ataupun melalui tulisan.

Jika ada unsur-unsur demikian ia adalah dilarang meskipun pembicara itu mempunyai niat yang baik atau niatnya biasa-biasa saja.

Adapun khalwat, hukumnya dilarang dalam agama Islam. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.

Karena ada sabda Nabi SAW bermaksud:

“Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya.” (Hadis Sahih)

Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbual-bual melalui  telepon di luar keperluan syar’i juga dikira berkhalwat. Karena mereka sepi dari kehadiran orang lain, meskipun secara fisik mereka tidak berada dalam satu tempat, namun melalui telepon mereka lebih bebas membicarakan apa saja selama berjam-jam tanpa merasa dikawal oleh siapa-siapa. Dan  haram juga ialah perkara-perkara syahwat yang membangkitkan hawa nafsu contohnya yang berlaku pada kebanyakan muda-mudi atau remaja-remaja sekarang dimana sms, email, atau Facebook seumpamanya menjadi alat untuk memadu kasih yang memuaskan nafsu di antara pasangan dan masing-masing melunaskan keinginan dan keseronokkan semata-mata. Membincangkan perkara-perkara lucah lebih-lebih lagi hukumnya adalah haram.

Hukum chatting sama dengan menelepon sebagaimana yang sudah kita terangkan di atas, bahwa chatting di luar keperluan yang syar’i termasuk khalwat. Begitu juga dengan sms. Walaupun dengan niat berdakwah, karena berdakwah kepada jenis lawan bukanlah suruhan agama, karena Allah telah menetapkan untuk berdakwah kepada lelaki adalah lelaki juga, begitu juga sebaliknya.

Namun bila ada tuntutan syar’i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah kita jelaskan di atas. Di sinilah menuntut kejujuran kita kepada Allah dalam  mengukur sejauh mana urusan kita itu satu keperluan atau mengikut nafsu semata-mata. Dan kejujuran itu pula bergantung sejauh mana iman kita kepada Allah. Jika muraqabatillah kita kuat (yakni merasa diri sentiasa dalam pandangan Allah), maka itu yang akan menjadi pengawal kita. Jika tidak, maka kita akan hanyut bersama orang-orang yang terpedaya dengan teknologi modern ini. Na’uzubillah.

Agak menyedihkan juga dengan kenyataan, bahwa dalam suasana nyata amat menjaga batas pergaulan dengan lelaki bukan mahram, namun di alam syber, bebas berbual mesra tanpa batasan syara’. Kami percaya, ramai remaja muslimah yang terjebak ke dalam situasi yang syubhah ini. Internet sangat baik untuk kita, dimana ia memudahkan banyak urusan kita tapi jika kita menyalahgunakannya akan membawa akibat buruk kepada akhlak dan masyarakat kita.

Alangkah bahagianya jika para remaja muslim dan muslimah yang terdiri daripada para intelek hari ini berpegang teguh kepada tali agama yaitu taat kepada perintah dan larangan Allah dalam setiap urusan hidupnya. Semoga dengan itu Allah akan menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua.

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

Perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia terutama dalam hal komunikasi. Di zaman sekarang, manusia sudah lebih dipermudah dalam melakukan komunikasi yaitu dengan munculnya handphone.

Dengan handphone kita dapat berkomunikasi dengan orang yang jauh tanpa harus pergi ke tempatnya. Dalam handphone pun tidak hanya memberikan fasilitas untuk menelepon saja tetapi juga terdapat aplikasi-aplikasi lain yang bermanfaat bagi manusia, seperti calculator, kalender, kamera, dan lain-lain. Dalam handphone juga memiliki aplikasi yang bisa menghibur manusia, salah satunya game.

Namun dibalik banyaknya manfaat yang diberikan dalam handphone, dapat memberikan dampak positif dan negatif.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://nisrina.co.id/blog/dampak-negatif-dari-handphone-menurut-islam/

http://m.arsitek-peradaban.abatasa.co.id/post/detail/7115/adab-menggunakan-hp-dalam-islam

http://multazam-einstein.blogspot.co.id/2013/01/hukum-facebook-main-game-menurut-islam.html

http:// /Bincang-Bincang Tentang Hukum Facebook/Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat.htm

http://tobatbos.blogspot.com/2012/07/hukum-facebook.html

http://ashhabur-royi.blogspot.com

http://blog.umy.ac.id/helmi/facebook-dalam-pandangan-islam/

http://pgriciampea-smp.site90.net/BungaRampai/9/ibadah/main.html

http://abidinyes.blogspot.co.id/2010/03/hand-phone-antara-manfaat-dan-mudharat.html

https://raulchest.wordpress.com/2013/04/02/positif-dan-negatifnya-nge-game-menurut-pandangan-agama-islam/

http://ipinpost.blogspot.co.id/2013/03/sosial-media-menurut-pandangan-islam.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s