Mahakarya untuk Mata Kuliah SPAI

Mata Kuliah SPAI (Seminar Pendidikan Islam) adalah mata kuliah wajib untuk mahasiswa minimal semester 6 dan sudah mengontrak serta lulus mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam) di Univeritas Pendidikan Indonesia, juga mata kuliah ini adalah termasuk mata kuliah dasar umum. Jadi seluruh mahasiswa di UPI harus mengontrak mata kuliah tersebut. Nah, kebetulan ketika sekarang saya mengontrak mata kuliah ini, saya ditugaskan untuk membuat tugas mandiri sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah SPAI. Dosen SPAI saya pak Jenuri yang sangat dikenal oleh kelas saya dengan cara mengajar yang unik. Awalnya beliau menugaskan untuk membuat buku untuk tugas mandiri ini. Tetapi dari sebagian teman saya tidak setuju untuk tawaran dari dosen, dan teman saya mennawarkan tugas yang berhubungan dengan Ilmu Komputer seperti membuat aplikasi, dan sebagainya. Dan sang dosen pun akhirnya menyerahkan semuanya berdasarkan kemampuan anak didik nya asalkan nilai dan tujuan utama SPAI tidak hilang.

Pada awalnya saya bingung untuk tugas mandiri SPAI ini akan membuat apa. Sedangkan teman saya yang lain ada yang berencana membuat Aplikasi Penghitung Warisan, kemudian ada juga yang akan membuat Media Pembelajaran, dan berbagai macam ide yang sebagian besar merencanakan untuk membuat aplikasi. Tapi di benak saya belum ada ide sedikit pun untuk nantinya membuat apa sementara tugas ini diberi waktu sampai 3 bulan.

Beberapa minggu kemudian saya mengobrol dengan Panji teman sekelas saya. Dia sangat ahli dalam bidang multimedia nya. Mulai dari dia membuat video, desain, dan berbagai macam multimedia yang lainnya. Saya pun teringat bahwa beliau ahli dalam hal tersebut, dan timbul ide untuk tugas SPAI membuat animasi pembelajaran. Tapi saya juga sedikit memiliki ide untuk membuat buku dalam kemasan komik pembelajaran. Saya pun segera menanyakan dan menawarkan.

“Ji, ente geus aya kelompok SPAI?” ujar Saya. (ji, sudah punya kelompok SPAI?).

“Acan li, lieur euy”. ujar Panji. (belum li, pusing nih).

“Hayu ah jeung urang, nyieun animasi na. Tapi urang rek nyobaan nyieun heula siga komik ke di animasikeun mun ges beres”. ujar Saya. (ayo ah sama saya, bikin animasi. Tapi saya mau nyoba buat komik nya. Nanti kalo sudah beres kita animasi kan).

“Sook lah hayu, bereskeun we eta komik na heula”. ujar Panji. (ayo lah, tapi beresin dulu itu komik nya).

Setelah itupun, saya mencoba untuk membuat aset demi aset untuk dibuatkan komik nya dulu.

Screenshot (17)
Proses Pembuatan Asset Komik (Screenshoot Corel Draw X7)

Deadline pengumpulan pun tinggal beberapa hari lagi, dan komik saya pun belum beres. Dan memang Panji juga tidak sanggup kalo membuat animasi mendadak. Pada saat itupun kami memutuskan untuk membuat komik saja.

Setelah hampir memakan waktu 3 hari, komik pun selesai. Dan saya banggakan adalah ternyata memang ide yang tadinya dihiraukan menjadi hal yang luar biasa dan menghasilkan mahakarya.

Intinya apapun yang kita rencanakan walaupun itu hal yang biasa dan hal yang menurut kita itu hal yang kurang bagus, tetapi kalau kita gapai tujuan dengan rencana tersebut niscaya itu akan menjadi suatu karya yang luar biasa selagi kita selalu berusaha dan berusaha untuk melakukan yang terbaik. SEMANGAT BERKARYA!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s