Kemeriahan Penerimaan Anggota Baru TASRIM SMA Negeri 17 Bandung

Tahun ini adalah tahun ke 30 atau generasi ke 30 TASRIM mengadakan Penerimaan Anggota Baru atau sering disebut PAB TASRIM. Ya, perkenalkan juga TASRIM adalah organisasi pertamaku di masa SMA. Organisasi ini bernama TASRIM yang mempunyai kepanjangan Tali Silaturahmi Remaja Islam Miftahul ‘Uluum. Organisasi ini juga termasuk organisasi keislaman di SMA Negeri 17 Bandung atau biasa disebut ROHIS (Rohani Islam). Pengalamanku disini sangatlah luar biasa, sampai detik ini aku tidak akan pernah lepas dengan organisasi yang bernama TASRIM ini, ya karena kekeluargaan yang belum pernah aku dapatkan sampai saat ini juga. Bisa dibilang TASRIM inilah satu-satunya organisasi yang berbeda dari organisasi yang pernah aku alami sampai saat ini.

Tepat pada hari sabtu tanggal 18 November 2017, TASRIM mengadakan PAB di SMA Negeri 17 Bandung. Dan akupun kebetulan diundang oleh panitia untuk mengisi salah satu materi di acara tersebut. Acarapun dimulai pada pukul 07.00, tetapi aku datang ke acaranya sekitar pukul 08.00 dan akupun kaget melihat anggota TASRIM yang begitu banyak. Terhitung sekitar 60 orang dari total panitia dan peserta. Padahal setahu aku pasti yang berpartisipasi kurang dari jumlah itu, dan yang membuatku kaget adalah jumlah partisipan yang begitu membludak dan membuatku senang melihatnya.

135207

Peserta PAB TASRIM

Tiba saatnya akupun memberikan materi di acara PAB ini. Materi yang aku sampaikan ini adalah mengenai kilas balik TASRIM dari generasi ke generasi, dimulai dari sejarah TASRIM sampai akupun menceritakan pengalamanku di TASRIM dulu. Ya, it’s so funny. Mendengar dan melihat bagaimana pengalamanku di TASRIM dahulu membuat seluruh isi masjid mendadak tertawa gembira. Memang pada zamanku dulu berorganisasi, hal yang patut diingat itu adalah keceriaan dan kegembiraannya terutama kawan-kawanku yang selalu konyol setiap saat. Terutama pada saat aku memutar video TASRIM buatanku di tahun 2012, video ini sebenarnya adalah persembahan angkatanku untuk angkatan baru yaitu angkatan 2012-2013 yang akan menjabat sebagai pengurus di TASRIM. Mengingatnya membuatku ingin terjun lagi ke dalamnya.

101347

Suasana pematerian acara PAB TASRIM

Kegembiraan kembali muncul ketika aku memutarkan video TASRIM yang baru aku buat. Isi dari TASRIM ini adalah sebagai ucapan selamat datang untuk anggota baru TASRIM. Di dalam isi video tersebut aku menampilkan adegan lucu dari pengurus TASRIM yang sekaligus menjadi panitia PAB TASRIM tahun ini. Sampai akhirnya pematerian tentang TASRIM pun berakhir sampai pukul 09.45. Aku berharap, anggota baru bisa merasakan apa yang aku rasakan di TASRIM, karena TASRIM itu keluarga ke 2 yang sangat berbeda dari yang lain. Setelah pematerian selesai, acara dilanjutkan ke lapangan untuk acara games.

Inilah salah satu acara yang paling memeriahkan PAB TASRIM ini. Games ini mengambil tema kekompakan dengan games balon dan sedotan. Terlihat para peserta yang sangat antusias dan gembira mengikuti games ini. Adapun yang sampai tertawa terbahak-bahak karena melihat bibir temannya dalam games sedotan. Tidak lupa juga aku mengabadikan momen yang berharga ini, karena hal langka inilah yang jarang aku temukan.

IMG_20171118_164944.jpg

Acarapun selesai pada pukul 16.30, meskipun sempat diguyur hujan pada saat acara, tetapi tidak membuat partispasi acara menjadi menurun. Acara ini membuatku mengingatkan pada zamanku dulu ketika harus sibuk dengan suka duka menyelenggarakan acara ini. Ya, perasaan ini seperti membawaku kembali kepada organisasi yang membesarkan namaku ini. Sekali lagi, selamat untuk anggota baru TASRIM angkatan 31! Karena TASRIM ini adalah tempat kalian.

 

Iklan

Tidak Biasa, Tapi..

Suasana menimba ilmu memang selalu menjadi idaman dan kenangan yang tidak terlupakan. Terutama aku yang selalu terbiasa dengan lingkungan untuk menimba ilmu. Tapi.. Ya kata tapi inilah yang membuat aku menulis artikel ini, bahwasannya kita tidak selalu harus merasakan diberi tanpa kita mencarinya. Lah maksudnya apa? Yuk simak..

Komputer-Mati-Sendiri-Siswa-Panik

diambil dari Kabar Banten

Belajar, ya belajar atau menimba ilmu adalah kewajiban. Orang tua kita senantiasa menekankan kita harus selalu belajar dan harus berpendidikan tinggi. Dengan kita bisa berpendidikan semakin tinggi, kesuksesan akan semakin dekat. Apakah benar? Lah emang belajar bisa bikin sukses? Coba kita buktikan.

Aku melihat banyak artikel dengan kata kunci ‘pengangguran’ dengan tambahan ‘lulusan perguruan tinggi’. Lah katanya kalo kita kuliah bisa sukses? tapi kok banyak ya artikel serta berita dengan kata kunci seperti itu? terus kenapa kok bisa banyak pengangguran di Indonesia? Ini bisa dirasakan olehku sendiri bahwa aku memang terbiasa dengan lingkungan pendidikan. Apa hubungannya?

Seperti gambar yang tertera diatas menjelaskan bahwasannya kita tidak terbiasa. Tidak terbiasa apa? Kita tidak terbiasa untuk mencari dan selalu berharap untuk diberi. Salah satu contohnya ketika kita mendapatkan materi dari seorang guru dan selanjutnya kita diberi tugas oleh guru tersebut. Lalu terkadang kita sering mengeluh dengan tugas yang diberi oleh guru tersebut sampai hari kita malas mengerjakan tugas tersebut dan akhirnya kita mendapatkan hasil yang buruk, dan selalu berulang sampai kita lulus dari pendidikan tersebut, seperti AKU!. Hal inilah yang bisa menjadi candu ketika kita sudah terjun ke masyarakat, dan hal ini juga banyak sekali perusahaan atau instansi yang menolak kita saat menerima undangan wawancara kerja. Tidak aneh dan wajar saja di Indonesia banyak sekali pengangguran. Tapi..

Perlu kita tanam dalam hati, bahwa hidup kita tidak selalu berada dilingkungan yang kita inginkan. Ada hal menyebutkan bahwa kita harus berani keluar dari zona nyaman. Artinya hal yang ditanamkan bahwa kita perlu memiliki kepercayaan diri yang tinggi dengan cara ya cari hal yang menarik dan tidak perlu untuk diberi oleh orang lain. Kita berusaha untuk memberi kepada orang lain.

Hal yang bisa diambil adalah, kita harus terbiasa. Ya harus terbiasa dengan hal apapun yang kita hadapi di lain hari. Proses ini harus kita tanamkan sejak bangku pendidikan dan aku memang merasakan bahwa dunia kerja itu sangat berbeda dengan bangku pendidikan. Di bangku pendidikan kita masih bisa santai menunggu diberi ilmu oleh guru. Tapi di dunia kerja kita harus mencari bukan diberi. Maka dari itu ubah pemikiran kita yang tadinya harus diberi jadi harus mencari, meskipun kita masih duduk di bangku pendidikan. Dampak yang diberikan mudah-mudahan bisa memperbaiki nasib para lulusan pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan hal ini, kita selalu terbiasa dengan keadaan apapun.

Jadilah lulusan yang bermanfaat, maka kebermanfaatan akan datang kepada kita.

Dilema Mahasiswa Tingkat Akhir

Sudah lama sekali aku tidak menulis, sehingga sering muncul ide dan cerita yang tidak tersampaikan. Jadi kali ini aku ingin bercerita tentang bagaimana galau nya sebagai Mahasiswa tingkat akhir serta berbagai derita keringat darah dan cinta yang tiada pernah berakhir. yaelah lebay haha.

Sebagai Mahasiswa tingkat akhir sudah menjadi suatu yang lumrah dan wajar ketika muncul dalam pemikiran “kok gue udah ga kenal sama lingkungan kuliah ya, terutama orang orangnya”. Ya, itu adalah hal yang sering dialami ketika seorang mahasiswa pergi ke kampus dan jarang bertemu teman seangkatannya. Apalagi hal yang di bilang “wajar” lagi ketika sering ketemu adik tingkat yang selalu nanya gini “Kang, udah beres skripsi nya?”, “kang kapan lulus?”, “kang ngapain ke kampus?”. Pertanyaan yang bikin ngeselin selalu terlontar dari bibir manis polos adik tingkat. Ya, kadang – kadang sekali ingin ngejitak dan kadang – kadang juga menjadi sebuah tamparan tersendiri. Dan satu hal lagi yang selalu ada dipikiran mahasiswa tingkat akhir adalah “kok gini amat ya skripsi, apa gue bisa?”. Ya itu dibilang pemikiran ekstrim lah, tetapi memang hal – hal yang ghoib ini suka muncul tiba – tiba ketika sedang dilanda dilema.

Di Kampus, hal yang paling ditunggu mahasiswa akhir adalah kehadiran “Dosen”. Ya, Dosen diibaratkan malaikat penolong yang selalu dinanti nanti umat manusia. Tetapi, Dosen juga terkadang menghilang tak ada kabar seperti bang toyib. Banyak sekali tipe Dosen untuk dijadikan pembimbing oleh Mahasiswa. Suatu ketika juga, aku ingin mengajukan proposal Skripsi ke koordinator skripsi, supaya segera mendapat dosen pembimbing. Tetapi pada saat penyerahan pertama, aku harus merivisi dan mendalami lagi apa yang aku ajukan. Setelah itu berselang 3 hari aku menyerahkan hasil revisian dan mendalami sedikit materi yang aku ajukan. Pada saat itupun proposal aku diterima dan disuruh untuk bertemu lagi dosen tersebut pada hari rabu seminggu setelah pengumpulan tepat pukul 07.00 pas diruangannya. Seminggu kemudian, aku memenuhi janji tersebut. aku sudah stand by didepan ruangannya pukul 06.45. Pas pukul 07.00, aneh nya dosen yang membuat janji tidak datang. Ah, mungkin telat beberapa menit. Tetapi aku menunggu sampai jam 09.00 tidak kunjung datang, hatiku berbicara “kok, gini amat ya dosen. lupa atau emang sengaja atau gimana gitu”. Saking kesalnya, aku pun pergi karena kelamaan menunggu. Dan ajaib nya, sampai 2 bulan tidak ada respon mengenai proposal yang aku ajukan. Akhirnya, aku ajukan lagi proposal nya ke koordinator yang satunya lagi. Dan tak lama kemudian, selama 2 hari aku sudah mendapat dosen yang akan menguji proposalku. “Ada aja ya dosen teh, ada yang nyadar ada yang engga. ah gapapa lah yang penting bisa pengujian proposal”. Setelah pengujian proposal, 2 hari berselang aku langsung mendapatkan dosen pembimbing skripsi dan bisa langsung melanjutkan skripsi berdasarkan proposal yang aku ajukan.

Banyak sekali hal yang menjadi tabu ketika menjadi mahasiswa akhir. Yang asal nya kita berbarengan kemanapun dengan teman ketika kuliah, sekarang harus sendiri. Yang asalnya kuliah di kelas, sekarang diruangan dosen atau dimanapun untuk menyelesaikan skripsi. Yang asalnya makan teratur, jadi tidak teratur (padahal sama sama aja haha). Yang asalnya dosen nungguin kita, sekarang kita yang nungguin dosen. Dan terkadang, dengan skripsi yang selalu jadi pikiran, bisa membuat tubuh kita nempel sama kasur alias “Males-Malesan”. Jangan sampai lah ya.

Dengan adanya skripsi ini, percayalah bahwasannya ini adalah skenario-Nya. Dan percayalah bahwa Tuhan memberikan ujian sesuai dengan kemampuan kita. Tuhan yang menetapkan standar ini untuk memberikan ujian cinta-Nya atas kita, karenanya ada baiknya, kita pun diam-diam merenungi dalam-dalam bahwa mereka yang diuji sejatinya tengah bertarung dengan kekuatan iman, kemurnian pikiran, kedalaman pemahaman, dan kepekaan nurani untuk merasakan hikmah di balik segala ujian yang ada. Tuhan berhak menguji dengan tawa dan tangis yang tercipta, agar ada decap syukur dan sabar di antara keduanya. Tuhan juga berhak membuat kita tertawa bahagia, agar terbangun syukur yang ada setelahnya.

Bukan hanya itu saja, Tuhan juga akan membumbuhi perjalanan kita dengan sedikit rasa tawar agar teriring sabar di dalamnya. Hidup selalu menawarkan fase kehidupan yang akan dilalui, dari yang rendah tingkatannya hingga yang paling tinggi. Setiap fase hadir karena pelakunya mampu melewati tantangan tersebut.

Salah satu kekuatan terbesar para pejuang tugas akhir adalah doa orang tua, dukungan dari teman seangkatan. Karena kekuatan terbesar ada pada orang tua, tentu perbanyaklah memohon ridha orang tua. Tantangan terberatmu jelas ada pada dosen pembimbing kapan dan di mana harus bertemu. Bagian mana yang harus direvisi, yang penting siap-siaplah untuk kuat meskipun sebenarnya kita tidak bakalan kuat melihat tugas akhir kita dicoret-coret. Semangat para pejuang skripsi! Masa depan kita ditentukan dengan keadaan dan sikap kita saat ini 🙂

Kisah di Kuliah Kerja Nyata (Part 1)

13 Juni 2016, tepat pada acara pelepasan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik UPI 2016. Acara pelepasan ini diikuti oleh semua peserta KKN tahun 2016 dari berbagai daerah yang sudah dibentuk dalam sebuah kelompok yang pada sebelumnya sudah dalam persiapan selama 2 minggu lebih. Pada persiapan KKN ini, setiap kelompok di perintahkan oleh LPPM (Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat) yang bertindak sebagai panitia dari kegiatan KKN ini untuk membuat proposal KKN. Tujuan dari proposal KKN ini adalah untuk belajar bagaimana menyusun konsep dalam membangun suatu desa. Tetapi sebagian besar kelompok belum terlalu paham terhadap adanya tugas ini. Begitupun kelompok saya yang terdiri dari 8 orang dari berbagai jurusan dan juga kelompok saya ini adalah kelompok paling sedikit di antara semua kelompok. Kelompok saya beranggotakan saya sendiri, Donny, Ojan, Moci, Diah, Risma, Nisa, dan Alica. Mereka adalah teman yang akan bersama berjuang untuk membangun sebuah desa, tepatnya di Desa Langgeng Sari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Terbilang daerah yang sangat jauh dari tempat asal saya dari Bandung. Perkumpulan pertama pun kami mulai setelah 2 hari pembentukan kelompok resmi dari LPPM. Tetapi pada saat kumpul pertama, hanya saya, Donny, Ojan, Moci, dan Alica yang hadir pada saat itu. Karena sisanya masih berada di kampung halamannya. Nah, saat perkumpulan inilah yang membuat saya kagum sekaligus lucu, karena tempat yang mayoritas digunakan untuk kumpul yaitu di Masjid Al-Furqon UPI penuh oleh ratusan mahasiswa yang sedang mempersiapkan KKN yang hanya tersisa beberapa hari lagi.

IMG_20160523_165237

Suasana perkumpulan Mahasiswa KKN di Al-Furqon

Beberapa hari kemudian, tiba deadline pengumpulan proposal KKN. Sekitar pukul 13.00 mahasiswa yang akan mengumpulkan proposal sudah sangat banyak dan mengantri sampai keluar pintu LPPM. Pada saat itu pun saya dengan teman saya bernama Jaka datang ke LPPM sekitar pukul 14.00, dan saya kaget karena terlihat antrian orang yang sampai keluar pintu LPPM.

 

136241.jpg

Suasana gedung LPPM oleh Mahasiswa KKN

Semua terlihat membawa proposal yang telah dibuat yang nantinya akan diperlihatkan ke panitia KKN dan memungkinkan juga untuk direvisi.

Setelah ada pengumpulan proposal, dijadwalkan kepada mahasiswa untuk mengikuti Diklat KKN dan dijadwalkan berdasarkan daerah yang telah ditentukan oleh panitia KKN. Pada saat itu, saya dan daerah kabupaten Indramayu mendapatkan jadwal hari rabu pukul 13.00. Diklat ini diadakan bertujuan supaya mahasiswa lebih paham dan lebih siap untuk terjun ke masyarakat sesuai dengan tema nya masing-masing kelompok.

Dan akhirnya tiba pelepasan mahasiswa KKN TEMATIK UPI 2016 pada tanggal 13 Juni 2016 pukul 08.00. Acara yang dihadiri seluruh petinggi UPI dan Mahasiswa KKN TEMATIK UPI 2016 yang mewarnai dan memeriahkan acara.

136240

Pelepasan Mahasiswa KKN TEMATIK UPI 2016

Bersambung..

Mahakarya untuk Mata Kuliah SPAI

Mata Kuliah SPAI (Seminar Pendidikan Islam) adalah mata kuliah wajib untuk mahasiswa minimal semester 6 dan sudah mengontrak serta lulus mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam) di Univeritas Pendidikan Indonesia, juga mata kuliah ini adalah termasuk mata kuliah dasar umum. Jadi seluruh mahasiswa di UPI harus mengontrak mata kuliah tersebut. Nah, kebetulan ketika sekarang saya mengontrak mata kuliah ini, saya ditugaskan untuk membuat tugas mandiri sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah SPAI. Dosen SPAI saya pak Jenuri yang sangat dikenal oleh kelas saya dengan cara mengajar yang unik. Awalnya beliau menugaskan untuk membuat buku untuk tugas mandiri ini. Tetapi dari sebagian teman saya tidak setuju untuk tawaran dari dosen, dan teman saya mennawarkan tugas yang berhubungan dengan Ilmu Komputer seperti membuat aplikasi, dan sebagainya. Dan sang dosen pun akhirnya menyerahkan semuanya berdasarkan kemampuan anak didik nya asalkan nilai dan tujuan utama SPAI tidak hilang.

Pada awalnya saya bingung untuk tugas mandiri SPAI ini akan membuat apa. Sedangkan teman saya yang lain ada yang berencana membuat Aplikasi Penghitung Warisan, kemudian ada juga yang akan membuat Media Pembelajaran, dan berbagai macam ide yang sebagian besar merencanakan untuk membuat aplikasi. Tapi di benak saya belum ada ide sedikit pun untuk nantinya membuat apa sementara tugas ini diberi waktu sampai 3 bulan.

Beberapa minggu kemudian saya mengobrol dengan Panji teman sekelas saya. Dia sangat ahli dalam bidang multimedia nya. Mulai dari dia membuat video, desain, dan berbagai macam multimedia yang lainnya. Saya pun teringat bahwa beliau ahli dalam hal tersebut, dan timbul ide untuk tugas SPAI membuat animasi pembelajaran. Tapi saya juga sedikit memiliki ide untuk membuat buku dalam kemasan komik pembelajaran. Saya pun segera menanyakan dan menawarkan.

“Ji, ente geus aya kelompok SPAI?” ujar Saya. (ji, sudah punya kelompok SPAI?).

“Acan li, lieur euy”. ujar Panji. (belum li, pusing nih).

“Hayu ah jeung urang, nyieun animasi na. Tapi urang rek nyobaan nyieun heula siga komik ke di animasikeun mun ges beres”. ujar Saya. (ayo ah sama saya, bikin animasi. Tapi saya mau nyoba buat komik nya. Nanti kalo sudah beres kita animasi kan).

“Sook lah hayu, bereskeun we eta komik na heula”. ujar Panji. (ayo lah, tapi beresin dulu itu komik nya).

Setelah itupun, saya mencoba untuk membuat aset demi aset untuk dibuatkan komik nya dulu.

Screenshot (17)

Proses Pembuatan Asset Komik (Screenshoot Corel Draw X7)

Deadline pengumpulan pun tinggal beberapa hari lagi, dan komik saya pun belum beres. Dan memang Panji juga tidak sanggup kalo membuat animasi mendadak. Pada saat itupun kami memutuskan untuk membuat komik saja.

Setelah hampir memakan waktu 3 hari, komik pun selesai. Dan saya banggakan adalah ternyata memang ide yang tadinya dihiraukan menjadi hal yang luar biasa dan menghasilkan mahakarya.

Intinya apapun yang kita rencanakan walaupun itu hal yang biasa dan hal yang menurut kita itu hal yang kurang bagus, tetapi kalau kita gapai tujuan dengan rencana tersebut niscaya itu akan menjadi suatu karya yang luar biasa selagi kita selalu berusaha dan berusaha untuk melakukan yang terbaik. SEMANGAT BERKARYA!!

Panik Karena Booking KKN

Yap, KKN alias Kuliah Kerja Nyata. Salah satu mata kuliah yang berbasis mata kuliah umum dan merupakan salah satu momen yang sangat ditunggu oleh para mahasiswa tingkat 3 karena katanya sering terjadi cinta lokasi dan bertemu jodohnya haha. Tapi yang saya ceritakan adalah sebelum hal itu mungkin bisa terjadi dan momen ini yang bisa lebih panik dibanding dengan UAS online dan tugas deadline yang belum dikerjakan. Dan momen ini adalah momen yang akan selalu saya ingat ketika menjadi mahasiswa.

Screenshot (67)

Screenshoot dari website kkn.lppm.upi.edu

Pada saat itu, waktu booking pun tinggal menghitung jam. Dan memang saya pun sudah stand by sekitar pukul 13.00. Dan terlihat juga di grup media sosial dan di sekitar FPMIPA C ketika saya berdiam diri sudah banyak teman saya yang siap menunggu waktu booking yang dimulai pukul 16.00. Dan yang saya ingat adalah ketika obrolan teman saya ketika mereka sudah merencanakan tempat KKN yang akan mereka tuju. Begitu juga saya, sebelumnya saya juga sudah merencanakan sebelum waktu booking tiba. Tujuan saya adalah ke Desa Bojong Gedang, Kecamatan Maripari, Sukawening, Kabupaten Garut. Tetapi tujuan saya sebelumnya hilang semenjak booking tempat KKN dimulai. Dan memang sebelumnya juga saya sudah punya rumah yang nanti nya akan dijadikan tempat tinggal selama KKN.

Waktu pun sudah menunjukan 15.57, dan waktu booking  semakin memanas. Dan saya pun sudah stand by untuk selalu membuka situs nya. Terlihat juga beberapa teman saya yang sudah menempati lapak yang ada. Waktu itu saya dan Rida berada di Laboratorium Basis Data, kemudian ada yang berada di Laboratorium Rangkaian Elektronika yaitu Faisal dan Arzaaq, ada juga yang berada di Laboratorium Multimedia yaitu Anshar, Banyu, Jaka, Tia, dan Yudi, dan terakhir teman saya yang ada di FPMIPA C waktu itu yaitu Yupa, Rendy, dan Taufik yang berada di Laboratorium Umum. Kami semua sudah siap dengan laptop dan komputer serta koneksi masing-masing.

Jeng-jeng, tempat booking pun sudah bisa diakses. Pada waktu itupun terdengar sangat ramai karena memang akses web nya mengalami server down karnea banyak yang mengakses pada saat itu. Hampir semuanya berteriak dan saya pun begitu dan berkata “error euy, ieu kumaha error yeuh, error..”. Apalagi teman saya yang berada di Laboratorium Umum yang terlihat paling panik. Dan saya pun ikut panik karena memang pada saat itu pun saya mengalami error berulang kali. Tetapi beberapa saat kemudian, saya pun bisa mengakses dan segera untuk memilih lokasi. Dan pada saat itu kepanikan saya memuncak karena belum menginjak 15 detik semenjak situs booking KKN dibuka, daerah yang sudah saya siapkan dan saya tuju udah bertombol not karena pada saat itu ketika tombol not berarti kuota orang tempat KKN sudah penuh, kemudian apabila bertombolkan avalaible berarti masih ada kuota orang. Semakin panik saya melihat kabupaten Garut sudah penuh semua, kepanikan saya semakin memuncak ketika teman saya sudah mendapatkan pilihan tempatnya dan tepat sasaran. Saya pun bergegas mencari ke daerah Tasikmalaya. Ketika itu ada yang masih available lalu saya segera pilih tempat tersebut. Tapi kesialan menghampiri lagi karena saya kalah akses dan menghasilkan kata kuota sudah penuh. Lalu saya pun bergegas berpindah tempat  ke Laboratorium yang cepat akses internetnya. Saya dan Rida segera bergegas ke Laboratorium Multimedia, karena mereka sudah mendapatkan tempatnya dan sesuai keinginan. Dan ketika saya login, tersisa hanya daerah Indramayu yang masih kosong. Apa boleh buat, saya langsung pilih tempat tersebut. Dan selesai lah drama yang mengacu kepanikan yang sangat luar biasa dan melebihi UAS online  yang biasa saya lakukan. Terlihat Rida menangis karena tempat nya berpindah ke Tasikmalaya yang sebelumnya menginginkan bertempat di Bandung. Dan lucunya, teman saya Rendy mendapatkan KKN dekat dan tepat berdampingan dengan rumahnya yang berasal di Padalarang. Dia pun berkata pada saya “Teu rame ah KKN teh, aku mah dipinggir rumah pisan. Nanti gimana ya biar bohongin temen sekelompok aku biar gatau itu teh rumah aku. Eh, tapi nanti bisi tetangga ngeliat terus bilang eh Rendy didieu KKN gening. aduh teu rame pisan..”. Akhirnya booking KKN ini menjadi bahan cerita dan canda tawa sampai waktu 18.00 pun tiba.

Screenshot (1)

Screenshoot dari website kkn.lppm.upi.edu

Yap, ini tempat KKN saya Desa Langgengsari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu dan semoga ini pilihan terbaik dan meluruskan niat saya sejak awal ingin merasakan pengabdian di luar Bandung yang sebelumnya belum pernah saya rasakan. Inti dari semua adalah bukan tempat atau apapun yang kita cari, tetapi apa yang nantinya akan kita hasilkan dan niat apa yang kita upayakan supaya KKN ini bisa berbuah positif di mata UPI dan di pihak desa yang kita tempati. Karena pada hakikatnya, Mahasiswa itu bukan Mahasiswa yang sebenarnya kalau belum melakukan pengabdian bagi negerinya sendiri. SEMANGAT MENGABDI!

SNMPTN yang Membuat Gelisah

Masuk perguruan tinggi negeri adalah momen yang sangat diinginkan oleh para siswa SMA kelas 3, karena pada saat itu lah para siswa harus menentukan pilihan dan masa depannya. Begitu pula saya pada 3 tahun silam pernah mengalami saat-saat gelisah dengan namanya “SNMPTN”.

Pada 3 tahun silam semenjak saya masih SMA, saya di instruksikan oleh guru untuk menentukan pilihan apakah akan melanjutkan ke bangku kuliah atau melanjutkan ke bidang yang lain seperti bekerja dan sebagainya. Dan banyak siswa yang memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, termasuk saya. Pada saat itu, di benak saya belum muncul pilihan jurusan yang tepat bagi saya karena memang pada saat itu saya masih belum tahu apa-apa mengenai namanya “Kuliah”. Saat itu juga saya sangat sering berkonsultasi ke BK (Bimbingan Konseling). Orang yang saya sering diajak konsultasi adalah Pak Ahmad (Salah satu guru BK di SMA Negeri 17 Bandung).

Dengan seringnya berkonsultasi dengan beliau, akhirnya saya pun menentukan pilihan untuk memilih jurusan komputer karena pada saat itu saya tertarik dengan dunia desain grafis. Dan perguruan tinggi yang pertama saya pilih adalah ITB (Institut Teknologi Bandung) tepatnya STEI (Sekolah Teknologi Elektro dan Informatika) ITB. Tetapi pada saat itu juga, pak Ahmad melarang saya untuk memilih ITB karena SNMPTN yang mengandalkan nilai rapor siswa dan beliau menilai bahwa nilai rapor saya kurang dari batas minumum STEI-ITB. Mendengar perkataan beliau membuat saya sangat gelisah, karena saya sudah membulatkan tekad untuk masuk ITB sedangkan waktu singkat sudah sangat menghampiri. Dengan begitu, saya harus segera membuar keputusan.

Pada saat itupun, saya selalu berkonsultasi baik dengan orangtua ataupun dengan pak Ahmad. Dan beliau merekomendasikan untuk memilih jurusan Ilmu Komputer UPI.

“..Saya harus segera membuat keputusan”

Dan akhirnya saya pun mencoba untuk memilih Ilmu Komputer UPI. Tetapi kegelisahan tidak berakhir sampai sana, karena syarat pemilihan perguruan tinggi di SNMPTN adalah 2 PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan setiap PTNnya adalah 2 jurusan. Karena saya bermodal lama di Rohis, saya memilih IPAI (Ilmu Pendidikan Agama Islam) UPI dan untuk perguruan tinggi yang kedua adalah ITB dengan memilih STEI dan FMIPA, karena tekad saya masuk ITB masih sedikit ada. Saya memutuskan untuk memilih yang lebih aman terlebih dahulu adalah karena tekad saya mendalami di bidang multimedia sangat besar dan apapun itu tempatnya akan saya kejar. Tetapi tujuan saya untuk masuk ITB masih belum berakhir, karena saya bertekad untuk memilih ITB di SBMPTN jikalau SNMPTN tidak lolos.

snmptn-1

foto dimabil dari masukuniversitas.com

Waktu terus berjalan, hingga kegelisahan ini memuncak pasca kelulusan UN. Tepatnya bulan Mei 2013 pengumuman SNMPTN diumumkan mulai pada pukul 18.00. Waktu itu ketika pukul 16.00 saya masih di sekolah karena saya masih diam dan mengobrol di masjid dengan pengurus TASRIM (pengurus masjid dan rohis SMA Negeri 17 Bandung). Waktupun sudah menunjukan pukul 17.30, dan saya pun harus pulang karena sudah berniat untuk membuka hasil di rumah dengan orang tua menyaksikan hasilnya. Dan ketika sampai di rumah sekitar pukul 18.10, tepatnya setelah sholat maghrib saya membuka hasil SNMPTN lewat handphone. Hatipun terus berdebar karena hasil menentukan masa depan saya. Alhasil, Allahu Akbar sungguh diluar dugaan dengan tulisan “Selamat kepada Ali Hasan Asyari diterima di Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia” yang berlatar belakang warna hijau. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa, karena saya bisa berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tentunya bisa mengangkat derajat orang tua lebih tinggi.

“Selamat kepada Ali Hasan Asyari diterima di Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia”

Dan pada tanggal 9 Mei 2016 kemarin adalah pengumuman SNMPTN 2016 yang kemudian teringat kegelisahan saya ketika bergelut dengan namanya SNMPTN. Dan hari ini saya juga merasa sudah di ujung angkatan karena sudah mempunyai adik tingkat dari 3 generasi. Sudah waktunya saya berjuang demi kelulusan dan demi perjuangan saya dahulu di SMA sehingga bisa diterima di UPI.

13096175_897342513721794_4068573247278300948_n

SELAMAT!! (foto diambil dari facebook.com/bemkemakom)

Selamat berjuang adik-adikku!! dan tetap semangat bagi yang belum diterima di jalur SNMPTN. Saya yakin, masih banyak kesempatan dan jalur terbaik serta tentunya terbaik menurutNya. Dan mungkin SBMPTN adalah jalur yang tepat bagi teman-teman. Pada hakikatnya perjuangan tidak selalu mengenal kata manis, tetapi terkadang perjuangan itu harus di selimuti oleh kepedihan. Dan saya yakin, ketika kita berjuang dan berniat dengan sungguh-sungguh maka niscaya apa yang kita inginkan akan didapat. Dan selalu yakin ketika kita gagal, akan selalu tergantikan kesuksesan di masa depan. SEMANGAT 🙂