Kisah di Kuliah Kerja Nyata (Part 1)

13 Juni 2016, tepat pada acara pelepasan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik UPI 2016. Acara pelepasan ini diikuti oleh semua peserta KKN tahun 2016 dari berbagai daerah yang sudah dibentuk dalam sebuah kelompok yang pada sebelumnya sudah dalam persiapan selama 2 minggu lebih. Pada persiapan KKN ini, setiap kelompok di perintahkan oleh LPPM (Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat) yang bertindak sebagai panitia dari kegiatan KKN ini untuk membuat proposal KKN. Tujuan dari proposal KKN ini adalah untuk belajar bagaimana menyusun konsep dalam membangun suatu desa. Tetapi sebagian besar kelompok belum terlalu paham terhadap adanya tugas ini. Begitupun kelompok saya yang terdiri dari 8 orang dari berbagai jurusan dan juga kelompok saya ini adalah kelompok paling sedikit di antara semua kelompok. Kelompok saya beranggotakan saya sendiri, Donny, Ojan, Moci, Diah, Risma, Nisa, dan Alica. Mereka adalah teman yang akan bersama berjuang untuk membangun sebuah desa, tepatnya di Desa Langgeng Sari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Terbilang daerah yang sangat jauh dari tempat asal saya dari Bandung. Perkumpulan pertama pun kami mulai setelah 2 hari pembentukan kelompok resmi dari LPPM. Tetapi pada saat kumpul pertama, hanya saya, Donny, Ojan, Moci, dan Alica yang hadir pada saat itu. Karena sisanya masih berada di kampung halamannya. Nah, saat perkumpulan inilah yang membuat saya kagum sekaligus lucu, karena tempat yang mayoritas digunakan untuk kumpul yaitu di Masjid Al-Furqon UPI penuh oleh ratusan mahasiswa yang sedang mempersiapkan KKN yang hanya tersisa beberapa hari lagi.

IMG_20160523_165237

Suasana perkumpulan Mahasiswa KKN di Al-Furqon

Beberapa hari kemudian, tiba deadline pengumpulan proposal KKN. Sekitar pukul 13.00 mahasiswa yang akan mengumpulkan proposal sudah sangat banyak dan mengantri sampai keluar pintu LPPM. Pada saat itu pun saya dengan teman saya bernama Jaka datang ke LPPM sekitar pukul 14.00, dan saya kaget karena terlihat antrian orang yang sampai keluar pintu LPPM.

 

136241.jpg

Suasana gedung LPPM oleh Mahasiswa KKN

Semua terlihat membawa proposal yang telah dibuat yang nantinya akan diperlihatkan ke panitia KKN dan memungkinkan juga untuk direvisi.

Setelah ada pengumpulan proposal, dijadwalkan kepada mahasiswa untuk mengikuti Diklat KKN dan dijadwalkan berdasarkan daerah yang telah ditentukan oleh panitia KKN. Pada saat itu, saya dan daerah kabupaten Indramayu mendapatkan jadwal hari rabu pukul 13.00. Diklat ini diadakan bertujuan supaya mahasiswa lebih paham dan lebih siap untuk terjun ke masyarakat sesuai dengan tema nya masing-masing kelompok.

Dan akhirnya tiba pelepasan mahasiswa KKN TEMATIK UPI 2016 pada tanggal 13 Juni 2016 pukul 08.00. Acara yang dihadiri seluruh petinggi UPI dan Mahasiswa KKN TEMATIK UPI 2016 yang mewarnai dan memeriahkan acara.

136240

Pelepasan Mahasiswa KKN TEMATIK UPI 2016

Bersambung..

Iklan

Mahakarya untuk Mata Kuliah SPAI

Mata Kuliah SPAI (Seminar Pendidikan Islam) adalah mata kuliah wajib untuk mahasiswa minimal semester 6 dan sudah mengontrak serta lulus mata kuliah PAI (Pendidikan Agama Islam) di Univeritas Pendidikan Indonesia, juga mata kuliah ini adalah termasuk mata kuliah dasar umum. Jadi seluruh mahasiswa di UPI harus mengontrak mata kuliah tersebut. Nah, kebetulan ketika sekarang saya mengontrak mata kuliah ini, saya ditugaskan untuk membuat tugas mandiri sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah SPAI. Dosen SPAI saya pak Jenuri yang sangat dikenal oleh kelas saya dengan cara mengajar yang unik. Awalnya beliau menugaskan untuk membuat buku untuk tugas mandiri ini. Tetapi dari sebagian teman saya tidak setuju untuk tawaran dari dosen, dan teman saya mennawarkan tugas yang berhubungan dengan Ilmu Komputer seperti membuat aplikasi, dan sebagainya. Dan sang dosen pun akhirnya menyerahkan semuanya berdasarkan kemampuan anak didik nya asalkan nilai dan tujuan utama SPAI tidak hilang.

Pada awalnya saya bingung untuk tugas mandiri SPAI ini akan membuat apa. Sedangkan teman saya yang lain ada yang berencana membuat Aplikasi Penghitung Warisan, kemudian ada juga yang akan membuat Media Pembelajaran, dan berbagai macam ide yang sebagian besar merencanakan untuk membuat aplikasi. Tapi di benak saya belum ada ide sedikit pun untuk nantinya membuat apa sementara tugas ini diberi waktu sampai 3 bulan.

Beberapa minggu kemudian saya mengobrol dengan Panji teman sekelas saya. Dia sangat ahli dalam bidang multimedia nya. Mulai dari dia membuat video, desain, dan berbagai macam multimedia yang lainnya. Saya pun teringat bahwa beliau ahli dalam hal tersebut, dan timbul ide untuk tugas SPAI membuat animasi pembelajaran. Tapi saya juga sedikit memiliki ide untuk membuat buku dalam kemasan komik pembelajaran. Saya pun segera menanyakan dan menawarkan.

“Ji, ente geus aya kelompok SPAI?” ujar Saya. (ji, sudah punya kelompok SPAI?).

“Acan li, lieur euy”. ujar Panji. (belum li, pusing nih).

“Hayu ah jeung urang, nyieun animasi na. Tapi urang rek nyobaan nyieun heula siga komik ke di animasikeun mun ges beres”. ujar Saya. (ayo ah sama saya, bikin animasi. Tapi saya mau nyoba buat komik nya. Nanti kalo sudah beres kita animasi kan).

“Sook lah hayu, bereskeun we eta komik na heula”. ujar Panji. (ayo lah, tapi beresin dulu itu komik nya).

Setelah itupun, saya mencoba untuk membuat aset demi aset untuk dibuatkan komik nya dulu.

Screenshot (17)

Proses Pembuatan Asset Komik (Screenshoot Corel Draw X7)

Deadline pengumpulan pun tinggal beberapa hari lagi, dan komik saya pun belum beres. Dan memang Panji juga tidak sanggup kalo membuat animasi mendadak. Pada saat itupun kami memutuskan untuk membuat komik saja.

Setelah hampir memakan waktu 3 hari, komik pun selesai. Dan saya banggakan adalah ternyata memang ide yang tadinya dihiraukan menjadi hal yang luar biasa dan menghasilkan mahakarya.

Intinya apapun yang kita rencanakan walaupun itu hal yang biasa dan hal yang menurut kita itu hal yang kurang bagus, tetapi kalau kita gapai tujuan dengan rencana tersebut niscaya itu akan menjadi suatu karya yang luar biasa selagi kita selalu berusaha dan berusaha untuk melakukan yang terbaik. SEMANGAT BERKARYA!!

Penggunaan Handphone dalam Pandangan Islam

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pada era ini, perkembangan teknologi informasi berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan tersebut, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi. Perkembangan Teknologi Informasi ini beriringan pula dengan perkembangan masyarakat dari yang tradisional menjadi modern, secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju ke arah globalisasi. Dapat dilihat dari cara masyarakat berkomunikasi yang tradisional dalam penerimaan informasi dari jarak jauh memerlukan waktu yang lama, karena saat itu cara penyampaian informasi masih menggunakan cara yang sederhana, yaitu surat-menyurat. Dengan seiringnya perkembangan teknologi, maka cara berkomunikasi  sudah pada tingkat yang lebih modern dengan hadirnya telepon genggam (handphone).

Salah satu kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat yaitu telepon genggam atau biasa disebut handphone. Dengan adanya handphone ini, mempermudah manusia untuk berkomunikasi tanpa mengenal jarak. Handphone adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun keunggulannya adalah dapat dibawa kemanapun dan tidak perlu disambungkan dengan kabel. Dengan kecanggihan teknologi, fungsi handphone kini tidak hanya sebagai alat komunikasi biasa, tetapi dapat juga mengakses internet, sms, berfoto dan lainnya.

Di satu sisi, handphone memiliki dampak positif, diantaranya adalah dapat mempermudah komunikasi, menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi, dan memperluas atau mempererat silaturahmi. Dari dampak positif tersebut, handphone memiliki dampak negatifnya, diantaranya adalah dapat menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat, kurangnya bersosialisasi secara langsung dan juga dapat terjadinya tindak kejahatan.

Peran Islam dalam perkembangan teknologi pada dasarnya adalah untuk menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Bukan berarti Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Pada dasarnya kita hidup di dunia ini tidak lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Ada banyak cara untuk beribadah kepada Allah SWT seperti sholat, puasa dan menuntut ilmu. Menuntut ilmu hukumnya wajib. Seperti sabda Rasulullah SAW: “mencari ilmu adalah sebuah kewajiban atas setiap muslim laki-laki dan perempuan” (HR. Ibnu Abdil Barr). Ilmu adalah kehidupannya islam dan keimanan. Maka dari itu umat muslim boleh memanfaatkan teknologi untuk melakukan dan memenuhi kebutuhan selama dalam syari’ah islam.

Dalam makalah ini, kami akan mengulas tentang bagaimana pandangan islam terhadap penggunaan handphone. Di dalamnya kami akan membahas bagaimana Islam memandang terhadap penggunaan software dan berkomunikasi lewat salah satu alat teknologi di zaman sekarang. Selaku masyarakat yang awam terhadap perkembangan teknologi pada zaman ini, kita harus selalu bijak dalam penggunaannya dan menghindari segala mudharat yang ada pada handphone.

Dalam makalah ini juga, kami akan mengulas dan membahas bagaimana hukum – hukumnya ketika masyarakat sekarang sudah sangat tergantung dengan adanya handphone.

  1. Rumusan Masalah
  2. Bagaimana Islam memandang dengan adanya handphone?
  3. Bagaimana Islam memandang dengan adanya software yang sering digunakan oleh masyarakat?
  4. Bagaimana Islam memandang dengan berkomunikasi lewat handphone?
  5. Bagaimana hukum – hukumnya menurut Islam terhadap penggunaan fasilitas di handphone ini?

 

 

  1. Tujuan
    1. Memberikan pencerdasan bagaimana handphone di mata Islam.
    2. Mengetahui mana yang positif dan mana yang negatif dari penggunaan
    3. Mengetahui adab menggunakan handphone dan berkomunikasi lewat
    4. Mengetahui batasan – batasan menggunakan handphone untuk berkomunikasi.


 

BAB II

LANDASAN TEORI

  1. Teknologi

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaannya, teknologi merujuk pada suatu alat yang dapat digunakan untuk mempermudah pekerjaan dan menyelesaikan masalah-masalah.

Definisi Teknologi menurut Poerbahawadja Harahap, Teknologi adalah ilmu yang menyelidiki cara-cara kerja di dalam teknik dan ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik-pabrik dan industri-industri. Sedangkan definisi Teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:1158), Teknologi adalah  metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan dan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Perkembangan teknologi informasi sedemikian cepatnya membawa dunia memasuki era baru yang lebih modern. Perkembangan teknologi sangat besar efeknya bagi masyarakat menuju ke arah globalisasi. Tak dapat dipungkiri pula, bahwa teknologi sangat membantu manusia dalam pekerjaan bahkan membantu dalam penyelesaian masalah.

Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli :

  1. Pengertian Teknologi menurut Djoyohadikusumo (1994, 222), berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering).
  2. Sardar (1987, 161), Pengertian teknologi adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya.
  3. Berikut adalah pengertian atau makna Teknologi menurut Capra (2004, 106), seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah.
  4. Tidak ketinggalan, seorang Ahli sosiologi yang bernama Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107), mendefinisikan atau memberi pengertian teknologi sebagai kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.
  5. Ini pengertian yang tidak kalah dengan yang lain. Definisi atau Pengertian Teknologi Menurut Poerbahawadja Harahap, yaitu ada dua sebagai berikut :
    1. Ilmu yang menyelidiki cara-cara kerja di dalam teknik.
    2. Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik-pabrik dan industri-industri.
  6. Pengertian Teknologi menurut situs Wikipedia sebagai sebuah situs yang banyak dijadikan referensi orang, maka tidak salah jika saya menganggap Wikipedia adalah bagian dari para Ahli, berikut informasi Pengertian Teknologi menurut Wikipedia, Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
  7. Lalu yang terakhir menurut Miarso (2007 : 62), Teknologi adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk , produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem.

Perkembangan teknologi terbaru, seperti mesin cetak, telepon, dan internet, telah menyebabkan berkurangnya hambatan fisik untuk berkomunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas pada skala global. Namun, tidak semua teknologi telah digunakan untuk tujuan damai, pengembangan senjata terus meningkat dan telah berkembang sepanjang sejarah, hingga ke senjata nuklir.

Teknologi merupakan Aplikasi ilmu dan engineering untuk mengembangkan mesin dan prosedur agar memperluas serta memperbaiki kondisi manusia atau memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek.

 

Sejarah Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran, dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi. Secara etimologis, akar kata teknologi adalah “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, kecakapan tertentu, pengetahuan tentang prinsip-prinsip, atau metode dan seni. Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul “Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin” (“Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical”).

Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari yang sederhana hingga yang menghebohkan dunia. Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak zaman dahulu, yaitu zaman romawi kuno. Teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan objek-objek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat. Salah satunya adalah seperti yang ada di Indonesia, yaitu fenomena mobil esemka yang diciptakan beberapa sekolah di Solo. Telah membuat inovasi mobil Nasional untuk Indonesia. Selain itu juga, ada di Sidoarjo yang memproduksi kapal laut untuk kebutuhan melaut. Dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan metode baru dalam menyelesaikan tugas-tugas tradisional seperti bercocok tanam, membuat baju, atau membangun rumah.

 

Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :

Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris: neutral technological progress), terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress), kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan. Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving technological progress), fenomena yang relatif langka, penyebab utamanya dikarenakan hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.

Pengalaman di berbagai negara berkembang menunjukan bahwa adanya campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa peraturan pemerintah yang terlampau ketat, dalam pasar teknologi asing justru menghambat arus teknologi asing ke negara-negara berkembang.

Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia zaman sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan manusia. Di banyak belahan masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi, pangan, komputer, dan masih banyak lagi. Di lain pihak, suatu kebijaksanaan ‘pintu yang lama sekali terbuka’ terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman modal asing (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak investor asing, karena merekalah yang melakukan segala upaya teknologi yang sulit dan rumit.

Ini menjadi bukti bahwa memang teknologi sudah menjadi kebutuhan dan merata di setiap sektor kehidupan manusia. Terlebih setelah adanya penemuan komputer dan laptop, yang sekarang hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer ataupun laptop. Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling mutakhir dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia.

 

  1. Handphone
    Handphone adalah suatu alat komunikasi tanpa menggunakan kabel. Sejarah perkembangan Handphone bermula di awal abad 19. Pada tahun 1910, permulaan telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson (Swedia), pendiri perusahaan Ericsson yang kini dikenal dengan perusahaan Sony Ericsson dan merupakan bidang bisnis telegraf. Lalu pada tahun 1970, perkembangan telepon mobile didominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan Motorola, diawali dengan penggunaan mikroprosesor untuk teknologi komunikasi, pada tahun 1971, jaringan handphone pertama dibuka di Finlandia bernama ARP. Baru-baru ini, tren komunikasi mulai beralih menjadi teknologi seluler yang menjanjikan. Semakin canggih teknologi handphone ini terlihat dari kecepatan transfer data, menyediakan layanan internet, memiliki fasilitas kamera, video, radio dan lain-lain. Kecanggihan tersebut sangat mempermudah manusia dalam hal berkomunikasi tanpa mengenal jarak dan waktu.

Handphone memiliki kekurangan dan kelebihannya. Kelebihan Handphone diantara lain adalah sebagai sarana komunikasi untuk mempermudah berkomunikasi tanpa mengenal jarak dan waktu, menambah pengetahuan tanpa adanya batasan, memperluas dan mempererat silaturahmi dengan orang-orang yang dikenal. Namun dari sekian banyaknya kelebihan, handphone memiliki kekurangan juga, diantaranya adalah dapat menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat, kurangnya bersosialisasi secara langsung dan juga dapat terjadinya tindak kejahatan.

Fungsi utama dari handphone adalah sebagai alat komunikasi melalui suara dan pesan singkat (SMS). Selanjutnya handphone berfungsi untuk menangkap siaran radio, televise, juga dilengkapi dengan fungsi audio, kamera, video, game, serta layanan internet. Kini handphone bahkan memiliki fungsi yang hampir sama dengan perangkat komputer. Namun pada intinya, pengertian handphone adalah sebagai sebuah alat telekomunikasi sehingga fungsi utamaya adalah untuk berkomunikasi baik melaui suara maupun pesan singkat.

 

  1. Komunikasi
    Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara 2 individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Pengertian Komunikasi menurut James A.F Stoner adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. Sedangkan menurut Prof. Drs. H.A.W. Widjaya mengatakan bahwa pengertian komunikasi adalah hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok.

Secara umum, tujuan komunikasi adalah supaya yang disampaikan komunikator dapat dimengerti oleh yang lainnya, dapat memahami orang lain, dan sebagainya. Dalam manfaatnya, dampak yang ditimbulkan komunikasi memiliki fungsi yang sangat berperan dalam kehidupan masyarakat. Secara umum, fungsi komunikasi adalah sebagai kendali, motivasi dan informasi. Sebagai kendali memiliki arti bahwa komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku orang lain, sebagai motivasi memberikan perkembangan dalam memotivasi dan memberikan penjelasan dalam hal-hal di kehidupan, dan untuk memberikan informasi yang diperlukan dari setiap individu serta kelompok dalam pengambilan keputusan.

Dalam berkomunikasi diperlukan syarat-syarat tertentu dalam penggunaannya. Syarat-syarat komunikasi adalah sebagai berikut

  1. Sumber, sumber adalah dasar penyampaian pesan.
  2. Komunikator, komunikator adalah pelaku penyampai atau pemberi pesan.
  3. Pesan, pesan adalah keseluruhan yang disampaikan oleh komunikator.
  4. Saluran, saluran adalah sarana yang digunakan dalam menyampaikan pesan.
  5. Komunikan, komunikan adalah penerima pesan.
  6. Hasil, hasil akhir dari suatu komunikasi.

Dalam mendefinisikan komunikasi, begitu banyak ahli yang mencoba mengartikan komunikasi, berikut informasi tentang pengertian komunikasi menurut para ahli:

  1. Pengertian komunikasi menurut William J. Seller adalah suatu proses dimana simbol nonverbal dan verbal dikirimkan, diterima, dan diberi makna.
  2. Pengertian komunikasi menurut Raymond Ross adalah suatu proses yang menyortir, memiliki dan mengirim simbol-simbol yang sedemikian rupa sehingga dapat membantu pendengar dalam membangkitkan daya respon atau pemaknaan dari sebuah pemikiran yang selaras dengan yang dimaksud oleh komunikator.
  3. Pengertian komunikasi menurut Carl I. Hovland adalah sebuah proses yang mungkin seseorang dapat menyampaikan rangsangan atau dengan lambang verbal yang bertujuan untuk mengubah pola tingkah laku orang lain.
  4. Pengertian komunikasi menurut Onong Uchjana Effendy adalah suatu proses dalam menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk memberitahu, mengeluarkan pendapat, mengubah pola sikap atau perilaku baik langsung maupun tidak langsung.
  5. Pengertian komunikasi menurut Colin Cherry adalah suatu proses yang pihak-pihak saling menggunakan informasi dalam mencapai tujuan secara bersama dan mengaitkan hubungan antar penerus rangsangan dan pembangkitan balasannnya.
  6. Pengertian komunikasi menurut Forsdale adalah sebuah proses yang dalam sistem terbentuk dan dipelihara serta diubah dengan tujuan agar sinyal-sinyal yang dikirimkan dapat diterima, dan dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
  7. Pengertian komunikasi menurut Everett M. Rogers adalah sebuah proses dimana ide dialihkan dari satu sumber ke penerima lainnya dengan tujuan untuk mengubah pola perilaku mereka.
  8. Pengertian komunikasi menurut Ruben dan Steward adalah suatu proses mengaitkan individu yang satu dengan individu yang lainnya dalam suatu komunitas, kelompok, organisasi dan masyarakat yang menciptakan serta merespon pesan dengan tujuan beradaptasi dengan lingkungan yang satu dengan lainnya.
  9. Pengertian komunikasi menurut Deddy Mulyana terdiri atas tiga konseptual yaitu komunikasi sebagai interaksi, komunikasi sebagai interaksi dan komunikasi sebagai tindakan satu arah.
  10. Pengertian komunikasi menurut William I. Gorden dapat dikategorikan menjadi empat yaitu komunikasi instrumental, komunikasi ritual, komunikasi sosial, dan komunikasi ekspresif.
  11. Pengertian komunikasi menurut Ruben dan Steward dalam ilmu komunikasi bahwa komunikasi merupakan suatu kegiatan kompleks, komunikasi merupakan suatu bidang yang populer, komunikasi merupakan hal yang vital untuk suatu kedudukan atau posis yang efektif, komunikasi merupakan sesuatu yang mendasar dalam kehidupan dan komunikasi merupakan suatu pendidik yang tinggi dan tidak menjadi kompetensi komunikasi yang baik.

Manusia merupakan makhluk sosial, sehingga komunikasi sangat dibutuhkan untuk membantu manusia dalam melakukan interaksi dengan yang lainnya, karena tentunya disetiap kesempatan ternyata kita sangat membutuhkan komunikasi untuk membantu kita dalam memahami orang lain seperti apa kebutuhan dan keinginan orang lain lalu digunakan untuk kepentingan bersama.

BAB III

PEMBAHASAN

  1. Handphone dalam Pandangan Islam

Sesungguhnya pesawat telepon dengan segala kemudahannya telah memegang peran yang sangat penting dan memberikan jasa yang besar berupa penghematan banyak hal, baik waktu, biaya, dan transportasi.

Para ulama pun telah membahas masalah telepon ini beserta adab-adab dalam menggunakan perangkat ini. Hal-hal apa saja yang perlu dijaga dan penting untuk diperhatikan. Seorang di antaranya, Syaikh Dr. Bakar Abu Zaid, beliau menulis sebuah kitab berjudul “Adabul Hatif” (Adab Menelepon) dengan sangat bagus dan mendapat pujian. Telepon genggam, ponsel (telepon seluler) atau HP (handphone) sesungguhnya sama seperti telepon biasa. Hanya saja ponsel memiliki beberapa fasilitas khusus yang tidak dimiliki telepon rumah biasa. Salah satu yang membedakan adalah ponsel lebih bersifat pribadi dan hanya dipegang oleh satu orang tertentu (pemiliknya). Berbeda dengan telepon rumah yang biasanya dipasang di tempat umum, misalnya rumah atau kantor.

Tidak disangkal, ponsel merupakan suatu anugerah yang besar. Sehingga dengan ponsel itu, seseorang bisa menyelesaikan banyak urusannya secara lebih cepat dan lebih mudah. Tetapi perlu diperhatikan pula adanya hal-hal yang bisa menyebabkan hilangnya nikmat syukur pada anugerah besar ini.

Ada beberapa catatan penting agar penggunaan piranti ini lebih bijak dan berhati-hati, sehingga penggunaan piranti ini benar-benar memberikan manfaat seperti yang diharapkan serta tidak menyebabkan datangnya ke-mudharat-an bagi si empunya.

Dalam hal ini, Islam berpandangan bahwa diharuskan para pengguna handphone ini mengetahui bahwasannya Islam menilai dari para pengguna menggunakan handphone dan akan bernilai mudharat apabila pengguna tidak menggunakannya dengan bijak. Maka pada hal ini, para ulama telah merumuskan dan menentukan bagaimana pengguna memahami etik dan adab menggunakan handphone. Maka dari itu, berikut adalah beberapa adab untuk menggunakan handphone :

 

  1. Menyingkat pembicaraan.

Percakapan melalui media telepon hendaknya dilakukan sesingkat mungkin untuk menghindari pemborosan uang/pulsa jika tidak ada keperluan mendesak dan guna tidak mengganggu lawan bicara dengan pembicaraan yang panjang. Maka disarankan bagi seseorang yang menelepon untuk menyingkat pembicaraannya ketika menanyakan suatu hal, menghindari pembicaraan yang terlalu lama berbasa-basi.

Hendaknya dia menahan diri untuk tidak terlalu sering menelepon tanpa keperluan yang benar-benar penting. Juga jangan suka mengumbar kata-kata saat menelepon. Karena ada sebagian orang yang betah berlama-lama saat menelepon hingga berjam-jam.

 

  1. Tidak menyusahkan penerima telepon.

Misalnya menelepon orang dan mengujinya dengan pertanyaan: “Apakah kamu mengenalku?” Ketika dijawab “Tidak”, malah mencela dan menyalahkannya karena sudah tidak mengenalnya lagi atau karena tidak menyimpan nomor ponselnya. Padahal si penerima kadang lebih tua darinya, lebih alim atau terpandang. Mungkin dia memang tidak bisa menyimpan nomornya di ponsel atau disebabkan kapasitas ponsel yang penuh dan tidak mampu menampung nomor lebih banyak.

Maka selayaknya si peneleponlah yang harus memperkenalkan diri di awal pembicaraan jika memang ingin dikenali. Hindarilah cara menelepon yang menyusahkan tersebut. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, berkata:
Aku datang kepada Nabi, lalu aku memanggil beliau. Beliau bertanya: Siapa?” Maka aku jawab: “Saya”. Beliau keluar sambil berkata: “Saya… saya…” (menunjukkan beliau tidak suka dengan jawaban “saya” tersebut). (HR. Bukhari: 6250 dan Muslim 2155).

 

 

  1. Menjaga perasaan penerima telepon dan tidak membuatnya tersinggung.

Mungkin dia sedang sakit atau sedang di tempat yang tidak layak untuk ngobrol, misalnya di masjid atau saat pemakaman. Atau sedang berbicara di forum orang banyak yang dia tidak ingin memotong pembicaraan mereka, dan sebagainya. Bila ternyata panggilan tidak dijawab atau dijawab dengan sangat singkat, maka hendaknya si penelepon memaafkan dan memaklumi keadaannya.

Tidak berburuk sangka kepada penerima telepon. Dan bagi si penerima telepon hendaknya memberi tahu keadaannya, atau menjawab dengan singkat pada saat ada kesempatan, yang bisa dipahami oleh penelepon bahwa dia sedang berada di tempat yang belum bisa bicara panjang lebar. Dengan begitu akan lebih menenangkan hati dan jauh dari prasangka buruk.

 

  1. Mematikan ponsel atau mengaktifkan tanpa nada (mode silent, shamit, diam) saat memasuki masjid.

Tujuannya agar tidak mengganggu orang yang shalat dan mengurangi kekhusyu’an mereka. Jika terlupa mematikan ponsel atau memasang mode silent, lalu tiba-tiba ada yang menelepon, segeralah matikan atau hilangkan suaranya seketika itu juga. Karena sebagian orang membiarkan ponselnya tetap berdering, bahkan dengan nada musik yang mengganggu. Tidak dimatikan, tidak juga diredam suaranya dengan alasan takut melakukan gerakan selain gerakan shalat. Padahal perlu dia ketahui bahwa gerakannya mematikan ponsel tersebut adalah untuk kekhusyu’an shalatnya, bahkan untuk jama’ah lainnya secara umum.

Sebaliknya kita juga harus berlapang dada jika ada orang yang lupa mematikan ponselnya. Tidak serta merta menegurnya dengan keras dan memandangnya dengan sinis. Terutama jika dia orang yang mudah tersinggung, atau mudah marah. Karena mungkin saja dia tidak sengaja dan hanya lupa. Sehingga tidak seharusnya diperlakukan dengan perlakuan yang menyakitkan.

Cukuplah bagi kita teladan yang baik pada diri Rasulullah ketika beliau sangat berlemah lembut terhadap seorang Badui yang kencing di masjid. Beliau memerintahkan untuk menyiram bekas air kencing itu dengan setimba air. Abu Hurairah berkata: “Seorang badui berdiri lalu kencing di masjid. Seketika itu juga orang-orang yang hadir menghardiknya. Tapi Nabi berkata pada mereka: “Biarkan dia selesai. Lalu siramlah kencingnya dengan setimba air. Sesungguhnya kalian diutus untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit.” (HR. Bukhari)

 

  1. Menghindari penggunaan nada dering lagu dan musik.

Karena di dalamnya terdapat larangan keharaman dan celaan terhadap akal orang yang menggunakan nada lagu dan musik tersebut. Karena hal ini sangat mengganggu, terlebih jika sampai dipergunakan dalam masjid atau majelis-majelis umum.

 

  1. Tidak menggunakan ponsel pada saat berada di majelis ilmu atau pada forum-forum besar secara umum.

Karena hal itu bisa mengurangi wibawa majelis dan mengganggu orang yang sedang menuntut ilmu. Menyakiti perasaan pembicara yang sedang menyampaikan pelajaran atau materi dan menimbulkan cercaan terhadap pengguna ponsel tersebut. Disarankan agar tidak menelepon atau menjawab telepon ketika sedang berada dalam suatu pertemuan yang dipimpin oleh orang yang mulia, diisi oleh pembicara tunggal, atau terdapat orang yang lebih tua dan dimuliakan. Karena menelepon atau menjawab panggilan telepon pada saat itu bisa memutuskan pembicaraan dan mengganggu konsentrasi hadirin. Serta merusak etika berbicara dan bermajelis.

Abu Tammam berkata: “Siapakah yang engkau buat murka atau kau bodohi, sedangkan ia membalasnya dengan kesabaran dan kearifan kau lihat dia memperhatikan pembicaraan dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hatinya padahal ia mungkin lebih memahaminya”

Menelepon atau menjawab telepon pada kondisi di atas dimaklumi apabila memang darurat atau ada kebutuhan mendesak yang dikhawatirkan hilangnya kesempatan setelah itu. Tentu dengan tetap menjaga agar tidak memperpanjang percakapan. Dimaafkan juga bagi pemimpin majelis atau orang tua untuk menelepon atau menjawab panggilan telepon. Begitu pula pada pertemuan biasa dengan keluarga atau teman-teman, maka tidak mengapa menerima atau menelepon. Sangat bijaksana jika seseorang yang akan menelepon untuk minta izin terlebih dulu dan keluar dari forum.

 

  1. Jangan merekam pembicaraan atau mengaktifkan suara luar di tengah orang banyak tanpa sepengetahuan lawan bicara.

Kadang hal itu terjadi ketika seseorang menelepon salah seorang temannya atau sebaliknya dia yang ditelepon, diam-diam dia merekam pembicaraan tersebut, atau memperdengarkan suaranya melalui speaker luar, padahal di sekitarnya ada orang lain yang mendengar pembicaraan tersebut. Perbuatan ini tentu tidak pantas dilakukan oleh orang yang berakal, terutama jika pembicaraan itu adalah pembicaraan yang bersifat khusus atau rahasia. Hal ini bisa menjadi bagian dari jenis khianat atau bentuk adu domba. Lebih tidak pantas lagi jika lawan bicara adalah orang yang berilmu, lalu dia merekam semua yang dibicarakannya tanpa sepengetahuannya, kemudian dia sebarkan melalui media internet atau dia tulis ulang dengan melakukan penambahan dan pengurangan.

Syaikh Bakar Abu Zaid, dalam kitabnya Adabul Hatif berkata, “Tidak boleh bagi seorang muslim yang menjaga amanah dan tidak menyukai bentuk khianat merekam pembicaraan orang lain tanpa sepengetahuan dan seizinnya. Apapun bentuk pembicaraannya. Baik tentang agama maupun masalah dunia. Seperti fatwa, diskusi ilmiah, kajian ekonomi, dan sebagainya”. (Adabul Hatif: 28)

Beliau melanjutkan, “Apabila engkau merekam pembicaraannya tanpa izin dan pengetahuannya, maka itu termasuk makar, muslihat, dan pengkhianatan terhadap amanah. Apabila engkau menyebarkan rekaman tersebut kepada orang lain maka lebih besar lagi khianatnya. Lebih-lebih jika engkau mengedit, merubah pembicaraannya dengan mengurangi, dengan mendahulukan atau mengakhirkan atau bentuk-bentuk lain dari bentuk penambahan atau pengurangan, maka engkau telah melakukan kesalahan yang bertingkat-tingkat dan engkau terjatuh pada pengkhianatan yang sangat besar dan tidak bisa ditolerir. Kesimpulannya, perbuatan merekam pembicaraan orang lain, baik melalui telepon atau media lainnya, jika tanpa sepengetahuan dan seizin orang tersebut, maka tindakan tersebut adalah tindakan maksiat, khianat, dan mengurangi keadilan seseorang. Tidak ada yang melakukannya kecuali orang yang dangkal ilmu agamanya, akhlak, dan etikanya. Terlebih jika pengkhianatannya bertingkat sebagaimana telah dijelaskan di atas. Maka bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah, jangan khianati amanah yang kalian emban dan jangan khianati saudara kalian”. (Adabul Hatif: 29-30).

 

  1. Menjaga sopan santun dalam menulis pesan singkat.

Kemampuan kirim-terima pesan singkat (SMS) memang merupakan salah satu fitur yang digemari pada ponsel. Namun pengguna ponsel yang berakal haruslah memperhatikan tatakrama dan aturan dalam ber-SMS. Hendaknya dia menulis SMS dengan bahasa yang indah, mengandung pelajaran, kabar gembira, pelipur duka atau menyenangkan. Bagus juga berisi pesan-pesan yang mengandung hikmah, dzikir, nasehat, kata mutiara atau semacamnya.

 

  1. Meneliti kebenaran suatu pesan.

Jika suatu pesan singkat (SMS) mengandung suatu informasi, maka konfirmasikan dulu kebenarannya sebelum mengirimnya. Jika berisi suatu berita, pastikan dulu bahwa berita tersebut benar adanya. Karena mungkin berita itu akan diteruskan ke orang lain. Pengirim mestinya paham bahwa pesannya bisa saja berpindah tangan dan tersebar kemana-mana. Bila pesan baik yang dia kirimkan, dia akan mendapatkan manfaatnya. Namun jika pesan buruk yang dia sebarkan, maka bersiaplah menuai akibatnya. Maka perhatikanlah pesan yang akan dia kirimkan itu, akan mendatangkan kebaikan ataukah justru berdampak buruk.

Hal-hal yang juga perlu diwaspadai adalah adanya kebiasaan menulis nasehat melalui pesan singkat untuk melakukan amalan-amalan tertentu tanpa memperhatikan hukumnya syar’i atau tidaknya.

Misalnya nasehat untuk melakukan puasa akhir tahun karena bertepatan dengan hari Senin, mengkhususkan do’a tertentu dengan kebaikan atau keburukan seorang tertentu dan pada waktu tertentu, atau mengirim pesan pada seseorang dan mengharuskannya meneruskan pesan tersebut ke sepuluh orang lainya atau sejumlah orang tertentu. Hal seperti ini tidak layak dilakukan, karena hal itu bisa menjerumuskan seseorang ke dalam hal-hal yang diada-adakan dan bid’ah. Adapun saling menasehati agar mendoakan kaum muslimin, melaknat musuh-musuh agama, memanfaatkan waktu dan tempat dengan kebaikan dan semisalnya maka hal itu boleh. Tanpa mengkhususkan dengan do’a tertentu.

 

  1. Hindari pesan-pesan SMS yang tidak baik.

Misalnya mengandung kata-kata jorok, celaan, gambar tak senonoh atau foto-foto porno, atau ucapan yang memiliki dua makna baik dan buruk. Pada saat awal membaca pesan tersebut yang ditangkap adalah makna buruk, namun setelah diamati dengan seksama diketahui bahwa maknanya adalah baik. Atau kalimat yang diputus dengan spasi cukup panjang sehingga lanjutan kalimat tersebut baru terbaca setelah menekan tombol ponsel. Semua itu menunjukkan perilaku dan etika yang buruk.

Al-Mawardi berkata: “Dan yang termasuk perkataan buruk, yang wajib dijauhi dan mesti dihindari adalah kata-kata yang bertolak belakang. Mulanya dipahami sebagai kata-kata buruk. Lalu setelah diteliti dan dipahami dengan benar ternyata bermakna baik”. (Adabud Dunya Wad Dien: 284).

Dilarang pula bercanda dengan berlebihan. Atau menggunakan kalimat-kalimat cinta, terutama terhadap wanita. Karena wanita sangat suka dipuji dan mudah tergoda rayuan. Ucapan lainnya yang juga dilarang adalah yang mengandung celaan, fitnah dan lainnya. Semua hal tersebut dilarang karena menyelisihi syar’i, merusak adab, dan bisa menghilangkan syukur terhadap nikmat pada perangkat ponsel ini.

 

Pada hal ini, ketika kita menggunakan handphone untuk kebutuhan, maka harus sepatutnya kita mengamalkan adab menggunakannya. Ketika kita menggunakannya dengan bijak, maka Islam pun memandang handphone ini sangat bermanfaat karena memudahkan kesulitan ketika berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Akan tetapi apabila handphone ini digunakan dengan tidak baik, maka Islam pun akan berpandangan bahwa handphone memiliki banyak mudharat  dan bisa menjerumuskan pengguna kepada maksiat yang tentu saja tidak diinginkan oleh Islam sendiri. Makanya mari menggunakan handphone sebaik mungkin.

 

 

  1. Software Handphone dalam Pandangan Islam beserta Mudharatnya

Islam sangat senang sekali dengan kehidupan yang teratur dan bermanfaat, maka dari itu kita sebagai khalifatul fill ardi berkewajiban menciptakan dan menebar manfaat dengan sekitarnya. Begitu pula handphone yang menjadi kebutuhan manusia zaman sekarang, banyak sekali fasilitas – fasilitas yang sangat menunjang kebutuhan manusia. Dari sini terbukti bahwa handphone menebar manfaat untuk sekitar. Tetapi tidak sampai disana saja, bahwa banyak sekali manusia yang tergelincir ke lingkaran maksiat dengan menggunakan handphone. Seperti kadang – kadang seseorang lupa waktu akibat terlalu termanjakan oleh yang bernamakan software handphone. Salah satunya adalah apilkasi Social Media dan Game.

Dua hal ini terkadang selalu membuat kita tidak mau melepas begitu saja. Apakah fasilitas ini bermanfaat? Ataukah tidak sama sekali? Maka dari itu kita selaku pengguna harus paham terhadap apa yang kita gunakan dan menggunakannya secara bijak. Maka dari itu juga, dibawah ini akan dijelaskan bagaimana manfaat dan mudharatnya penggunaan software game dan social media di handphone.

  1. Software Game

Game adalah salah satu media yang berkembang sangat pesat dua dasawarsa ini, kalau di awal 1990-an game masih bisa dianggap sebagai komoditas anak – anak, di era 2000 ke atas, game sudah menjangkau berbagai bidang seperti hiburan untuk semua kalangan, bisnis, simulasi, edukasi, dan juga pembelajaran virtual.

Tidak hanya di negara barat sebagai pusat industri, kini pertumbuhan game, baik dari segi produsen maupun konsumen juga mulai merambah ke pasar-pasar yang lebih luas termassuk salah satunya Indonesia.

Game Lebih banyak positifnya atau buruknya?

Membahas mengenai dampak game tidak terlepas dari baik dan buruk, disini kita akan mebahas apa saja dampak yang ditimbulkan, sehingga kita bisa menimbang-nimbang penting gak sih game untuk remaja dan anak-anak kita, langsung saja menurut penelitian dari berbagai Negara maju hasil positifnya yaitu

v  Memainkan video game membuat anak mengenal teknologi computer.

v  Game dapat memberikan pelajaran dalam hal mengikuti arahan dan aturan.

v  Beberapa game menyediakan latihan untuk pemecahan masalah dan logika.

v  Game menyediakan latihan penggunaan saraf motorik spatial skill.

v  Game menjadi sarana keakraban dan interaksi akrab antara orang tua dan anak ketika   bermain bersama.

v  Game mengenalkan teknologi dan berbagai fiturnya.

v  Beberapa game mampu menyediakan sarana penyembuhan untuk pasien tertentu.

v  Game menghibur dan menyenangkan.

 

Dampak positif yang telah dipaparkan masih bersifat umum, darimana kita memandangnya maka persepsi itu akan lahir. Sejatinya, pemilihan game yang baik akan berdampak juga terhadap baiknya jasmani dan rohani seseorang yang memainkannya.

Ilustrasi yang menarik menggelitik rasa ingin tahu para remaja pada khususnya yang notabenenya masih labil dengan rasa keingintahuan yang tinggi

“Segala sesuatu jika overdosis itu tidak baik”

Sepenggal kalimat bijak yang sering kita dengar namun masih banyak dari anak remaja yang melupakan itu dalam hal yang satu ini. Berawal dari iseng-iseng akhirnya menjadi candu, niatnya mengisi waktu luang daripada bengong. Segala sesuatu yang sifatnya sia-sia atau mubadzir adalah sifat setan. Dalam salah satu ayat Allah,

 

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Dalam surat Al israa’ ayat 27 diatas menegaskan segala hal yang tidak bermanfaat atau terkesan berlebihan adalah bentuk dari makar setan agar dalam hidup manusia melakukan hal yang sia-sia. Karena kita tahu hidup di dunia ini sejatinya hanyalah untuk beribadah, meski sebenarnya hidup dunia ini memang hanyalah sebuah permainan yang tidaklah kita harus membuat permainan lagi.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

Bermain game tidaklah diharamkan, namun harus ada porsi tersendiri karenannya orang yang sudah kecanduaan dengan game akan selalu merasa kurang dalam hidupnya jika belum bermain game dalam kesehariannya. Akan lebih parah lagi saat game menjadi Tuhan, karena game seseorang melupakan ibadah, seperti sholat karena begitu asyiknya, begitu bersemangatnya yang ujung-ujungnya ibadah wajibpun luput dari ingatan. Hal ini juga menjadi patologi sosial ketika seseorang tidak melakukan kegiatan apapun kecuali nge-game dan melupakan interaksi sosial, manusia diciptakan untuk saling mengenal satu-sama lain dan itu juga menjadi perintah agama, dalam surat Al hujurat ayat 13 berbunyi :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal…”.

Sangat menyalahi perintah ketika seseorang tidak melakukan perintah Tuhan dalam bersosialisasi dengan sesama karena kodrat manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain.

Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri ketika melihat fenomena yang menyangkut keselamatan jiwa seseorang gamers. Bermain game atau nge-game itu menyehatkan karena seseorang sebagai makhluk bermain membutuhkan sisi-sisi ketidakseriusan dalam hidupnya. Namun jika berlebihan itu tidak akan menjadi baik justru sebaliknya. Nge-game melatih otak, merangsang kekreatifitasan saat otak berfikir maka tangan yang melakukan dan keseluruhan anggota badan harus sinkron diantara keduanya. Namun yang menjadi permasalahaan adalah game menjadi candu bagi beberapa orang dan itu justru malah berakibat fatal terhadap psikologis, jasmani, sampa ke tahap rohani.

Dalam perspektif psikologi, seseorang akan lebih cenderung pendiam, pasif, tidak mempunyai pendirian karena mereka gamers atau game mania jarang sekali bersosialisasi dengan masyarakat karena telah bersosialisasi dengan dunia mayanya. Lebih parah lagi ketika kehidupan nyata mereka anggap seperti di dalam dunia game yaitu mereka menganggap pembunuhan itu hal biasa, seseorang mampu terbang diatas awan, sampai kasus-kasus tak lazim seperti yang pernah terjadi di awal-awal kemunculan negatifnya game korban game smackdown oleh anak-anak.. Tentunya mental seperti inilah yang seharusnya dihilangkan, karena apa yang mereka mainkan di dalam permainannya adalah semu. Selanjutnya dari segi jasmani, sudah jelas bagi mereka yang mempunyai aktivitas lebih sedikit daripada umumnya akan berdampak buruk bagi kesehatannya.

Bermain game membuat tubuh pasif, duduk dan diam adalah rutinitas yang dijalani para gamers yang dimana jika hal ini berlangsung lama tanpa jeda bisa dibayangkan efek apa yang akan mengganggu jasmaninya.

 

“…..Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195).

 

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu.” (An-Nisa: 29).

Jika mental dan kesehatan sudah terganggu maka kehidupan rohani juga akan ikut terganggu, orang yang lupa waktu sama saja dengan tak sadarkan diri yang menjadi lupa segalanya sampai-sampai lupa terhadap kewajibannya sebgai makhluk yang membutuhkan Tuhan.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah: 5).

Setiap orang haruslah pandai dalam mengatur waktu dan juga meliterasi sebuah game agar kedepannya fenomena kecanduan game tidak berdampak fatal terhadap diri sendiri khususnya dan masyarakat pada umumnya.

 

  1. Social Media

Media sosial sudah tidak diasing lagi bagi para pengguna handphone. Apalagi ketika bermunculan software berbasis chat seperti Line, Whatsapp, BBM, dsb. Media sosial yang satu ini sudah sangat sekali booming dikalangan masyarakat, dari mulai anak – anak sampai orang dewasa pun menggunakannya. Tidak terlepas dari itu, Facebook, Twitter, Instagram dan Path yang selalu bersaing dengan software berbasis chat dan tidak kalah populer untuk para pengguna. Apalagi dengan zaman sekarang yang notabene menggunakan smartphone. Segala kemudahan ini dimanfaatkan bagi para pengguna handphone dengan menjadi suatu kebutuhan sehari – hari.

Media sosial sangatlah baik dan banyak memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia akan tetapi juga dapat berdampak negatif jika penggunaannya terlalu berlebihan. Sudah seharusnya dapat memfilter dan memilih-milih jangan sampai penggunaan media sosial menjerumuskan kita.

Maka dari itu, ini adalah paparan bagaimana dampak positif dari penggunaan media sosial:

  1. Media sosial dapat menyambung tali silaturahmi dengan kerabat, saudara, ataupun teman-teman yang lama yang sudah tidak bertemu.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga.”(HR. Bukhari). Dari sabda Rasulullah tersebut jelas bahwa Islam sangat membenci orang yang memutuskan tali silaturahmi dan dianjurkan untuk menjalin tali silaturahmi dengan banyak orang.

  1. Hal positif lainnya adalah dengan memanfaatkan media sosial kita dapat melakukan kegiatan bisnis tentunya yang sesuai dengan hukum-hukum Islam.
  2. Media sosial juga kita dapat memanfaatkannya sebagai jalan dakwah atau menyampaikan ajaran Islam.
  3. Dengan media sosial juga kita dapat mencari jodoh yang sesuai dengan keinginan kita dan tentunya insya Allah sesuai pula dengan agama kita.
  4. Kita dapat memperoleh banyak informasi yang berguna yang kita butuhkan dan masih banyak lagi kelebihan lainnya.

 

Dari sekian kelebihan tersebut jika kita tidak pandai menyikapinya terdapat pula dampak negatifnya antara lain adalah

  1. Berawal dari media sosial sering terjadi tindak kejahatan seperti penipuan, pembunuhan, pemerkosaan, penculikan dan lain-lain.
  2. Dengan seringnya kita menggunakan media sosial dapat membuat kita jadi malas bersilaturahmi melalui dunia nyata yang tentunya lebih banyak membawa manfaat.
  3. Media sosial dapat pula mengakibatkan kita lupa beribadah karena terlalu asyik.

 

Dari kelebihan dan kekurangan diatas bisa menarik kesimpulan bahwa kita harus menanamkan dalam diri kita bahwa islam itu bukanlah agama yang ketinggalan zaman akan tetapi islam juga tidak terlalu mengikuti perkembangan zaman oleh karena itu kita harus pandai-pandai memilih cara dalam pergaulan sosial jangan sampai kita di kuasai oleh dunia tapi kitalah yang harus menguasai dunia agar kita dapat mengontrol semua tindakan kita dengan membentengi diri menggunakan hukum-hukum Islam yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadist.

 

  1. Berkomunikasi dengan Handphone dalam Pandangan Islam beserta Hukumnya

Dengan adanya software yang semakin berkembang, salah satunya media sosial yang sangat membantu dan memudahkan kita sebagai pengguna dalam menggunakannya. Banyak sekali yang bisa lakukan dalam media sosial dan pada umumnya digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama. Lalu bagaimana Islam menanggapinya? Sedangkan ketika berkomunikasi banyak batasan, seperti laki – laki dengan perempuan yang sangat dibatasi dalam berkomunikasi. Dari komunikasi ini, timbul beberapa komunikasi lewat handphone. Macam – macam nya seperti chatting/SMS atau Telepon.

Sebagaimana yang kita  maklumi bahawa, komunikasi dengan tulisan melalui jaringan internet dan handphone atau yang lebih dikenal dengan ‘chatting‘ baru muncul dan populer beberapa tahun terakhir. Yaitu, tepatnya setelah ditemui jaringan internet. Karena itu dalam kitab-kitab ulama terdahulu khususnya buku fiqih, istilah ini tidak akan ditemui. Namun asas bagi hukum chatting ini sebenarnya sudah dibahas oleh ulama, jauh sebelum jaringan internet ditemukan.

Chatting dengan lawan jenis yang bukan mahram sama halnya dengan berbicara melalui telepon, SMS, dan berkiriman surat. Semuanya ada persamaan, yaitu sama-sama berbicara antara lawan jenis yang bukan mahram. Persamaan ini  juga mengandung adanya persamaan hukum. Karena itu, ada dua perkara berkaitan yang perlu kita bahas sebelum kita lebih jauh membicarakan hukum chatting itu sendiri. Pertama, adalah hukum bicara dengan lawan jenis yang bukan mahram. Kedua, adalah hukum khalwat.

Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara’. Seperti pembicaraan yang mengandungi kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat. Begitu jika hal yang penting atau berhajat umpamanya hal jual beli, kebakaran, sakit dan seumpamanya maka tidaklah haram.

Dalam sejarah, kita lihat bahwa istri-istri Rasulullah SAW berbicara dengan para sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang mereka ajukan tentang hukum agama. Bahkan ada antara istri Nabi SAW yang menjadi guru para sahabat selepas wafatnya baginda yaitu Saidatina Aisyah RA.

 

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman:

 

“Karena itu janganlah kamu (istri-istri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik”. (QS. al-Ahzab: 32)

Imam Qurtubi menafsirkan kata  ‘Takhdha’na’  (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati, yaitu menarik hati orang yg mendengarnya atau membacanya adalah dilarang dalam agama kita.

Artinya pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suara. Termasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan istimewa, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik.

Termasuk juga dalam melembutkan suara adalah kata-kata atau isyarat yang mengandung kebaikan, namun ia boleh menyebabkan fitnah, yaitu dengan cara dan bentuk yang menyebabkan timbulnya perasaan khusus atau keinginan yang tidak baik pada diri lawan bicara yang bukan mahram. Baik dengan suara ataupun melalui tulisan.

Jika ada unsur-unsur demikian ia adalah dilarang meskipun pembicara itu mempunyai niat yang baik atau niatnya biasa-biasa saja.

Adapun khalwat, hukumnya dilarang dalam agama Islam. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.

Karena ada sabda Nabi SAW bermaksud:

“Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya.” (Hadis Sahih)

Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbual-bual melalui  telepon di luar keperluan syar’i juga dikira berkhalwat. Karena mereka sepi dari kehadiran orang lain, meskipun secara fisik mereka tidak berada dalam satu tempat, namun melalui telepon mereka lebih bebas membicarakan apa saja selama berjam-jam tanpa merasa dikawal oleh siapa-siapa. Dan  haram juga ialah perkara-perkara syahwat yang membangkitkan hawa nafsu contohnya yang berlaku pada kebanyakan muda-mudi atau remaja-remaja sekarang dimana sms, email, atau Facebook seumpamanya menjadi alat untuk memadu kasih yang memuaskan nafsu di antara pasangan dan masing-masing melunaskan keinginan dan keseronokkan semata-mata. Membincangkan perkara-perkara lucah lebih-lebih lagi hukumnya adalah haram.

Hukum chatting sama dengan menelepon sebagaimana yang sudah kita terangkan di atas, bahwa chatting di luar keperluan yang syar’i termasuk khalwat. Begitu juga dengan sms. Walaupun dengan niat berdakwah, karena berdakwah kepada jenis lawan bukanlah suruhan agama, karena Allah telah menetapkan untuk berdakwah kepada lelaki adalah lelaki juga, begitu juga sebaliknya.

Namun bila ada tuntutan syar’i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah kita jelaskan di atas. Di sinilah menuntut kejujuran kita kepada Allah dalam  mengukur sejauh mana urusan kita itu satu keperluan atau mengikut nafsu semata-mata. Dan kejujuran itu pula bergantung sejauh mana iman kita kepada Allah. Jika muraqabatillah kita kuat (yakni merasa diri sentiasa dalam pandangan Allah), maka itu yang akan menjadi pengawal kita. Jika tidak, maka kita akan hanyut bersama orang-orang yang terpedaya dengan teknologi modern ini. Na’uzubillah.

Agak menyedihkan juga dengan kenyataan, bahwa dalam suasana nyata amat menjaga batas pergaulan dengan lelaki bukan mahram, namun di alam syber, bebas berbual mesra tanpa batasan syara’. Kami percaya, ramai remaja muslimah yang terjebak ke dalam situasi yang syubhah ini. Internet sangat baik untuk kita, dimana ia memudahkan banyak urusan kita tapi jika kita menyalahgunakannya akan membawa akibat buruk kepada akhlak dan masyarakat kita.

Alangkah bahagianya jika para remaja muslim dan muslimah yang terdiri daripada para intelek hari ini berpegang teguh kepada tali agama yaitu taat kepada perintah dan larangan Allah dalam setiap urusan hidupnya. Semoga dengan itu Allah akan menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua.

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

Perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia terutama dalam hal komunikasi. Di zaman sekarang, manusia sudah lebih dipermudah dalam melakukan komunikasi yaitu dengan munculnya handphone.

Dengan handphone kita dapat berkomunikasi dengan orang yang jauh tanpa harus pergi ke tempatnya. Dalam handphone pun tidak hanya memberikan fasilitas untuk menelepon saja tetapi juga terdapat aplikasi-aplikasi lain yang bermanfaat bagi manusia, seperti calculator, kalender, kamera, dan lain-lain. Dalam handphone juga memiliki aplikasi yang bisa menghibur manusia, salah satunya game.

Namun dibalik banyaknya manfaat yang diberikan dalam handphone, dapat memberikan dampak positif dan negatif.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://nisrina.co.id/blog/dampak-negatif-dari-handphone-menurut-islam/

http://m.arsitek-peradaban.abatasa.co.id/post/detail/7115/adab-menggunakan-hp-dalam-islam

http://multazam-einstein.blogspot.co.id/2013/01/hukum-facebook-main-game-menurut-islam.html

http:// /Bincang-Bincang Tentang Hukum Facebook/Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat.htm

http://tobatbos.blogspot.com/2012/07/hukum-facebook.html

http://ashhabur-royi.blogspot.com

http://blog.umy.ac.id/helmi/facebook-dalam-pandangan-islam/

http://pgriciampea-smp.site90.net/BungaRampai/9/ibadah/main.html

http://abidinyes.blogspot.co.id/2010/03/hand-phone-antara-manfaat-dan-mudharat.html

https://raulchest.wordpress.com/2013/04/02/positif-dan-negatifnya-nge-game-menurut-pandangan-agama-islam/

http://ipinpost.blogspot.co.id/2013/03/sosial-media-menurut-pandangan-islam.html

Panik Karena Booking KKN

Yap, KKN alias Kuliah Kerja Nyata. Salah satu mata kuliah yang berbasis mata kuliah umum dan merupakan salah satu momen yang sangat ditunggu oleh para mahasiswa tingkat 3 karena katanya sering terjadi cinta lokasi dan bertemu jodohnya haha. Tapi yang saya ceritakan adalah sebelum hal itu mungkin bisa terjadi dan momen ini yang bisa lebih panik dibanding dengan UAS online dan tugas deadline yang belum dikerjakan. Dan momen ini adalah momen yang akan selalu saya ingat ketika menjadi mahasiswa.

Screenshot (67)

Screenshoot dari website kkn.lppm.upi.edu

Pada saat itu, waktu booking pun tinggal menghitung jam. Dan memang saya pun sudah stand by sekitar pukul 13.00. Dan terlihat juga di grup media sosial dan di sekitar FPMIPA C ketika saya berdiam diri sudah banyak teman saya yang siap menunggu waktu booking yang dimulai pukul 16.00. Dan yang saya ingat adalah ketika obrolan teman saya ketika mereka sudah merencanakan tempat KKN yang akan mereka tuju. Begitu juga saya, sebelumnya saya juga sudah merencanakan sebelum waktu booking tiba. Tujuan saya adalah ke Desa Bojong Gedang, Kecamatan Maripari, Sukawening, Kabupaten Garut. Tetapi tujuan saya sebelumnya hilang semenjak booking tempat KKN dimulai. Dan memang sebelumnya juga saya sudah punya rumah yang nanti nya akan dijadikan tempat tinggal selama KKN.

Waktu pun sudah menunjukan 15.57, dan waktu booking  semakin memanas. Dan saya pun sudah stand by untuk selalu membuka situs nya. Terlihat juga beberapa teman saya yang sudah menempati lapak yang ada. Waktu itu saya dan Rida berada di Laboratorium Basis Data, kemudian ada yang berada di Laboratorium Rangkaian Elektronika yaitu Faisal dan Arzaaq, ada juga yang berada di Laboratorium Multimedia yaitu Anshar, Banyu, Jaka, Tia, dan Yudi, dan terakhir teman saya yang ada di FPMIPA C waktu itu yaitu Yupa, Rendy, dan Taufik yang berada di Laboratorium Umum. Kami semua sudah siap dengan laptop dan komputer serta koneksi masing-masing.

Jeng-jeng, tempat booking pun sudah bisa diakses. Pada waktu itupun terdengar sangat ramai karena memang akses web nya mengalami server down karnea banyak yang mengakses pada saat itu. Hampir semuanya berteriak dan saya pun begitu dan berkata “error euy, ieu kumaha error yeuh, error..”. Apalagi teman saya yang berada di Laboratorium Umum yang terlihat paling panik. Dan saya pun ikut panik karena memang pada saat itu pun saya mengalami error berulang kali. Tetapi beberapa saat kemudian, saya pun bisa mengakses dan segera untuk memilih lokasi. Dan pada saat itu kepanikan saya memuncak karena belum menginjak 15 detik semenjak situs booking KKN dibuka, daerah yang sudah saya siapkan dan saya tuju udah bertombol not karena pada saat itu ketika tombol not berarti kuota orang tempat KKN sudah penuh, kemudian apabila bertombolkan avalaible berarti masih ada kuota orang. Semakin panik saya melihat kabupaten Garut sudah penuh semua, kepanikan saya semakin memuncak ketika teman saya sudah mendapatkan pilihan tempatnya dan tepat sasaran. Saya pun bergegas mencari ke daerah Tasikmalaya. Ketika itu ada yang masih available lalu saya segera pilih tempat tersebut. Tapi kesialan menghampiri lagi karena saya kalah akses dan menghasilkan kata kuota sudah penuh. Lalu saya pun bergegas berpindah tempat  ke Laboratorium yang cepat akses internetnya. Saya dan Rida segera bergegas ke Laboratorium Multimedia, karena mereka sudah mendapatkan tempatnya dan sesuai keinginan. Dan ketika saya login, tersisa hanya daerah Indramayu yang masih kosong. Apa boleh buat, saya langsung pilih tempat tersebut. Dan selesai lah drama yang mengacu kepanikan yang sangat luar biasa dan melebihi UAS online  yang biasa saya lakukan. Terlihat Rida menangis karena tempat nya berpindah ke Tasikmalaya yang sebelumnya menginginkan bertempat di Bandung. Dan lucunya, teman saya Rendy mendapatkan KKN dekat dan tepat berdampingan dengan rumahnya yang berasal di Padalarang. Dia pun berkata pada saya “Teu rame ah KKN teh, aku mah dipinggir rumah pisan. Nanti gimana ya biar bohongin temen sekelompok aku biar gatau itu teh rumah aku. Eh, tapi nanti bisi tetangga ngeliat terus bilang eh Rendy didieu KKN gening. aduh teu rame pisan..”. Akhirnya booking KKN ini menjadi bahan cerita dan canda tawa sampai waktu 18.00 pun tiba.

Screenshot (1)

Screenshoot dari website kkn.lppm.upi.edu

Yap, ini tempat KKN saya Desa Langgengsari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu dan semoga ini pilihan terbaik dan meluruskan niat saya sejak awal ingin merasakan pengabdian di luar Bandung yang sebelumnya belum pernah saya rasakan. Inti dari semua adalah bukan tempat atau apapun yang kita cari, tetapi apa yang nantinya akan kita hasilkan dan niat apa yang kita upayakan supaya KKN ini bisa berbuah positif di mata UPI dan di pihak desa yang kita tempati. Karena pada hakikatnya, Mahasiswa itu bukan Mahasiswa yang sebenarnya kalau belum melakukan pengabdian bagi negerinya sendiri. SEMANGAT MENGABDI!

SNMPTN yang Membuat Gelisah

Masuk perguruan tinggi negeri adalah momen yang sangat diinginkan oleh para siswa SMA kelas 3, karena pada saat itu lah para siswa harus menentukan pilihan dan masa depannya. Begitu pula saya pada 3 tahun silam pernah mengalami saat-saat gelisah dengan namanya “SNMPTN”.

Pada 3 tahun silam semenjak saya masih SMA, saya di instruksikan oleh guru untuk menentukan pilihan apakah akan melanjutkan ke bangku kuliah atau melanjutkan ke bidang yang lain seperti bekerja dan sebagainya. Dan banyak siswa yang memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, termasuk saya. Pada saat itu, di benak saya belum muncul pilihan jurusan yang tepat bagi saya karena memang pada saat itu saya masih belum tahu apa-apa mengenai namanya “Kuliah”. Saat itu juga saya sangat sering berkonsultasi ke BK (Bimbingan Konseling). Orang yang saya sering diajak konsultasi adalah Pak Ahmad (Salah satu guru BK di SMA Negeri 17 Bandung).

Dengan seringnya berkonsultasi dengan beliau, akhirnya saya pun menentukan pilihan untuk memilih jurusan komputer karena pada saat itu saya tertarik dengan dunia desain grafis. Dan perguruan tinggi yang pertama saya pilih adalah ITB (Institut Teknologi Bandung) tepatnya STEI (Sekolah Teknologi Elektro dan Informatika) ITB. Tetapi pada saat itu juga, pak Ahmad melarang saya untuk memilih ITB karena SNMPTN yang mengandalkan nilai rapor siswa dan beliau menilai bahwa nilai rapor saya kurang dari batas minumum STEI-ITB. Mendengar perkataan beliau membuat saya sangat gelisah, karena saya sudah membulatkan tekad untuk masuk ITB sedangkan waktu singkat sudah sangat menghampiri. Dengan begitu, saya harus segera membuar keputusan.

Pada saat itupun, saya selalu berkonsultasi baik dengan orangtua ataupun dengan pak Ahmad. Dan beliau merekomendasikan untuk memilih jurusan Ilmu Komputer UPI.

“..Saya harus segera membuat keputusan”

Dan akhirnya saya pun mencoba untuk memilih Ilmu Komputer UPI. Tetapi kegelisahan tidak berakhir sampai sana, karena syarat pemilihan perguruan tinggi di SNMPTN adalah 2 PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan setiap PTNnya adalah 2 jurusan. Karena saya bermodal lama di Rohis, saya memilih IPAI (Ilmu Pendidikan Agama Islam) UPI dan untuk perguruan tinggi yang kedua adalah ITB dengan memilih STEI dan FMIPA, karena tekad saya masuk ITB masih sedikit ada. Saya memutuskan untuk memilih yang lebih aman terlebih dahulu adalah karena tekad saya mendalami di bidang multimedia sangat besar dan apapun itu tempatnya akan saya kejar. Tetapi tujuan saya untuk masuk ITB masih belum berakhir, karena saya bertekad untuk memilih ITB di SBMPTN jikalau SNMPTN tidak lolos.

snmptn-1

foto dimabil dari masukuniversitas.com

Waktu terus berjalan, hingga kegelisahan ini memuncak pasca kelulusan UN. Tepatnya bulan Mei 2013 pengumuman SNMPTN diumumkan mulai pada pukul 18.00. Waktu itu ketika pukul 16.00 saya masih di sekolah karena saya masih diam dan mengobrol di masjid dengan pengurus TASRIM (pengurus masjid dan rohis SMA Negeri 17 Bandung). Waktupun sudah menunjukan pukul 17.30, dan saya pun harus pulang karena sudah berniat untuk membuka hasil di rumah dengan orang tua menyaksikan hasilnya. Dan ketika sampai di rumah sekitar pukul 18.10, tepatnya setelah sholat maghrib saya membuka hasil SNMPTN lewat handphone. Hatipun terus berdebar karena hasil menentukan masa depan saya. Alhasil, Allahu Akbar sungguh diluar dugaan dengan tulisan “Selamat kepada Ali Hasan Asyari diterima di Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia” yang berlatar belakang warna hijau. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa, karena saya bisa berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tentunya bisa mengangkat derajat orang tua lebih tinggi.

“Selamat kepada Ali Hasan Asyari diterima di Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia”

Dan pada tanggal 9 Mei 2016 kemarin adalah pengumuman SNMPTN 2016 yang kemudian teringat kegelisahan saya ketika bergelut dengan namanya SNMPTN. Dan hari ini saya juga merasa sudah di ujung angkatan karena sudah mempunyai adik tingkat dari 3 generasi. Sudah waktunya saya berjuang demi kelulusan dan demi perjuangan saya dahulu di SMA sehingga bisa diterima di UPI.

13096175_897342513721794_4068573247278300948_n

SELAMAT!! (foto diambil dari facebook.com/bemkemakom)

Selamat berjuang adik-adikku!! dan tetap semangat bagi yang belum diterima di jalur SNMPTN. Saya yakin, masih banyak kesempatan dan jalur terbaik serta tentunya terbaik menurutNya. Dan mungkin SBMPTN adalah jalur yang tepat bagi teman-teman. Pada hakikatnya perjuangan tidak selalu mengenal kata manis, tetapi terkadang perjuangan itu harus di selimuti oleh kepedihan. Dan saya yakin, ketika kita berjuang dan berniat dengan sungguh-sungguh maka niscaya apa yang kita inginkan akan didapat. Dan selalu yakin ketika kita gagal, akan selalu tergantikan kesuksesan di masa depan. SEMANGAT 🙂

Satu Tahun Bersama 11 Orang Tangguh

thanks

12 Orang Pemimpin KEMAKOM periode 2015-2016

Terbentuk pada tanggal 24 Mei 2015 pukul 11.00 setelah terlantiknya pemimpin baru KEMAKOM (Keluarga Mahasiswa Komputer) UPI pada tanggal 3 Mei 2015 pukul 12.40, kami memulai perjuangan di masa periode satu tahun yang dipimpin oleh 12 orang. Orang-orang tersebut terdiri dari Presiden, Wakil Presiden, 2 Sekretaris, 2 Bendahara, dan 6 Menteri. Memang memperjuangkan suatu almamater itu suatu yang luar biasa dan tidak sembarang, maka dari itu kami berduabelas mengucapkan tujuan dan cita-cita yang sama yaitu melalui sumpah dan janji pengurus BEM KEMAKOM periode 2015-2016. Selain 12 orang pionir ini, ada anggota dari tiap departemen yang dipimpin oleh menteri yang sebelumnya dipilih dan dirundingkan melalui open recruitment. Dan jumlah keseluruhan anggota BEM KEMAKOM yaitu 82 orang. Tapi saya tidak akan menceritakan ke 82 orang itu, hanya akan menceritakan 12 orang yang menjadi pionir dan sorotan warga KEMAKOM tersendiri.

Ya, himpunan di Ilmu Komputer ini bernama KEMAKOM (Keluarga Mahasiswa Komputer) yang baru berusia 11 tahun. Dan pada tahun ke-11 ini, kami berkesempatan meneruskan perjuangan. Dari sebelumnya saya dan ke-11 teman saya ini adalah seorang yang tidak disorot dan sekarang harus memimpin demi terwujudnya suatu perubahan. Dari awal saya setelah dilantik sebagai Presiden BEM KEMAKOM (sebutan ketua himpunan di KEMAKOM) bersama Banyu (Wakil Presiden BEM KEMAKOM) itu memang pengetahuan memimpin kami masih 0 dan masih perlu bimbingan yang luar biasa.

13151643_10204519970918805_1695095431122524911_n

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden BEM KEMAKOM  2015-2016 (diambil dari instagram.com/banyurachman95)

Sampai suatu ketika saya dan Banyu harus membentuk BEM ini secepatnya dan pada saat itupun hanya tersisa 2 minggu setelah kami dilantik, dikarenakan setelah 2 minggu itu tepat adanya program kerja untuk mendata Mahasiswa Baru 2015 sesuai dengan jadwal dari Direktorat Akademik. Dan terpilih lah 8 orang dengan waktu kurang lebih satu minggu, diantaranya Dheana (Sekretaris 1), Qori (Bendahara 2), Anam (Menteri DPO), Auliya (Menteri DPMB), Anshar (Menteri Deproh), Arief (Menteri Depkominfo), Ryan (Menteri Depadsospol), Egi (Menteri Depdiklat). Dari 8 orang yang berlatarbelakang sangat berbeda dan tentunya dengan pribadi yang berbeda juga, kami harus bekerjasama selama satu tahun dengan mereka.

Pada awal kami berkumpul di kostan Banyu, tepatnya pada saat membuat kesepakatan selama satu tahun ke depan. Memang pada saat itu keadaan perundingan masih belum terlihat akrab dan masih perlu penyesuaian. Dan setelah itu pun kami selalu mengadakan kumpulan untuk menentukan anggota dengan waktu yang sangat singkat. Tetapi pada saat perundingan pengambilan anggota untuk tiap departemen dari hasil open recruitment ini memanas dan mulai perbedaan karakter dan pendapat terlihat pada saat perundingan ini. Ada anggota yang diperebutkan oleh dua departemen, dan bahkan ada yang lebih. Disinilah timbul perdebatan antar menteri untuk mempertahan argumennya, karena pada hakikatnya hanya ada satu keputusan dari setiap masalah. Dan setelah itu, selesailah perundingan dengan hanya memakan waktu 1 malam, karena 2 hari lagi kami harus melantik para anggota baru. 2 hari kemudian kami berdua melantik 80 orang terpilih menjadi anggota BEM KEMAKOM 2015-2016, karena sebenarnya menurut AD ART yang tertulis hanya baru kami berdua (Presiden dan Wakil Presiden) yang menjadi anggota BEM KEMAKOM 2015-2016, karena kami berdua sudah dilantik lebih dahulu pada tanggal 3 Mei. Sedangkan sisanya termasuk Sekretaris, Bendahara, dan Menteri-menteri dilantik pada 24 Mei. Hasil dari pelantikan juga menghasilkan Sekretaris dan Bendahara baru yang juga termasuk pimpinan pada masa kami, yaitu Wiwi (Sekretaris 2), Irma (Bendahara 2).

Setelah pelantikan pun, kami memulai amanah ini. Salah satu contohnya yang sering kami lakukan adalah menjalankan program kerja. Karena pada hakikatnya, suatu himpunan tidak terlepas dari program kerja. Dan kamipun harus berkecimpung dengan program kerja. Dari berbagai program kerja yang sudah ditentukan, kami selalu melakukan rapat dan rapat sampai larut malam. Kami selalu rutin melakukan rapat pimpinan setiap hari selasa per minggunya. Dari rapat rutin ini tidak selalu semulus yang direncanakan, karena memang beberapa pimpinan juga ada yang sering dan jarang hadir rapat. Dan disini lah saya dan Banyu memulai menilai dari beberapa kinerja Menteri. Dan pada kenyataannya memang para menteri ini berbeda beda karakter. Dari mulai Anam yang berkarakter teoritis, Anshar yang berkarakter sangat pendiam, Arief yang bertipe moody, Aul yang berkarakter keras, Ryan yang berkarakter kritis dan Egi yang berkarakter easy going. Dari berbagai karakter ini kami harus selalu menetralkan jikalau ada perdebatan dari suatu permasalahan.

Dan pada suatu ketika, pada saat acara terbesar di KEMAKOM yaitu DINAMIK (Dies Natalis Mahasiswa Komputer) yang ke-11 terjadi suatu masalah yang serius. Disinilah kami terus berunding, dimulai dari mempertimbangkan planning, keuangan, konsistensi dan performansi panitia, dan keteraturan panitia inti. Dan pernah juga ketika kami mendapatkan Surat Peringatan dari DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), sampai salah satu menteri mengalami down dan menghilang sementara. Tapi dari berbagai kondisi ini, kami selalu belajar memahami kondisi, karakter, dan masalah. Dan kami juga selalu berhati-hati. Memang pada kenyataannya kami pernah gagal, tetapi seperti salah satu tokoh nasional Ahmad Dahlan berkata “habiskan masa mudamu dengan kegagalan, sehingga pada masa tuamu mendapatkan kesuksesan itu”.

Tepat pada tanggal 2 April 2016 pukul 22.30 kami turun dari jabatan kami melalui musyawarah mahasiswa. Dan pada tanggal 10 April 2016 pukul 16.00 terpilihlah pemimpin baru KEMAKOM dan secara kebetulan Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah adik mentor saya yang menjadi Presiden dan adik mentor Banyu yang menjadi Wakil Presiden.
Ya, Arif Rahman Sidik dan Irsyad Harfiasyah terpilih sebagai pemimpin baru.

12961588_10204405205209734_4398378643233887640_n

Foto Presiden dan Wakil Presiden 2 generasi termuda

Dan berselang beberapa hari, terpilih lah menteri-menteri baru diantaranya Bilal (Menteri DPO), Ronaldo (Menteri Depdiklat), Fauzan (Menteri Deproh), Lusan (Menteri Depkominfo), Dika (Menteri DPMB), dan Yusup (Menteri Depadsospol).

cafe

Menteri-menteri BEM  KEMAKOM 2016-2017 (foto diambil di facebook.com/bemkemakom)

Dari semua yang terjadi, semoga perjalanan kita tidak sia-sia. Dan semoga kekerabatan kita tidak berakhir seperti kepengurusan kita. Thanks Banyu, Dheana, Qori, Wiwi, Irma, Anam, Anshar, Aul, Arief, Ryan, dan Egi!! dan selamat berjuang Arif, Icad, Bilal, Aldo, Fauzan, Dika, Yusup, Lusan, Wiwi, Irma, serta Sekretaris 2 dan Bendahara 2 yang baru 🙂