Sibuk Vs Produktif

Sebenarnya ini adalah postingan yang aku temukan di linimasa sosial media LINE yang diposting oleh akun bernama Arnold Ardianto. Menarik dan membuat aku ingin memposting diblogku. Simak yu ūüôā

Kenapa banyak orang merasa hidupnya banyak beban dan stres? Ironisnya orang orang yang merasa seperti itu sedihnya kehidupannya begitu begitu saja – tidak ada perubahan menjadi lebih baik, bahkan hidup terasa lebih berat dari waktu ke waktu

Kita lihat di sisi satu lagi. Ada segelintir orang yang (kalau kita lihat jadwalnya) sangat padat. Kerjaan yang harus dikerjakan lebih banyak dari orang orang yang stres ini. Tetapi aura antusiasnya terasa memancar dan pencapaiannya selalu tinggi dari waktu ke waktu.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Saya pernah bertemu mereka di sisi pertama maupun sisi kedua, dan berdasarkan ilmu sotoy saya, saya menyimpulkan bahwa salah satu faktornya adalah ada perbedaan antara “Sibuk dan Produktif”

Singkatnya begini :
Mereka yang sibuk adalah korban atas waktu
Mereka yang produktif adalah tuan atas waktu

Sehari ini terdiri dari 24 jam. efektif, hanya sekitar 16-18 jam saja yang kita pakai untuk beraktivitas. Pendekatan sibuk dan produktif ini sangat mempengaruhi seseorang dalam menyikapi kehidupannya.

timeline_20171108_175138

Gambaran antara si sibuk dan si produktif

Mari kita lihat lewat kisah Amir dan Billy

Amir adalah seorang mahasiswa universitas. Di kampusnya ia ikut organisasi himpunan dan sebuah klub olahraga. Tiba tiba saja ia mendapat pekerjaan (karena ia adalah pengurus) dan ia merasa pekerjaan itu berat. Akhirnya sepanjang waktu ia stres. Pikirannya terarah kepada rasa stres dengan diberikan tugas itu, pekerjaannya menjadi semakin banyak (belum lagi tugas kuliahnya yang masih belom selesai). Alih alih ia memakai waktunya untuk bekerja, ia mengeluh hal ini pada teman temannya dan complain kalau kerjaannya di organisasi ini sibuk sekali. Siang sampai sore waktunya habis untuk mengeluh ke teman temannya. malamnya saat sampai di rumah, energi Amir sudah habis dipakai untuk mengeluh. Akibatnya ia refreshing untuk bermain game dan nonton youtube sambil scrolling feed instagram. dan tiba tiba sudah jam 10! ia baru ingat tugasnya belum selesai. akhirnya ia mengerjakan seadanya dan sampai subuh pun ia baru ingat ada tugas kuliah yang belum selesai. tidur menjadi kurang dan keesokan harinya, Amir ketemu lagi dan mengeluh lagi. dan tahu lah apa yang terjadi …. Amir stres! pekerjaannya belum tuntas sepenuhnya

melihat Amir yang stres, temannya Billy dengan senyum menyapa dia dan menegur. melihat sosok si Billy ini Amir terkadang merasa minder. Bagaimana tidak! Selain sebagai ketua salah satu himpunan jurusan di kampus, ia juga memiliki karir sukses sebagai designer. kliennya berasa dari latar belakang berbeda dan rela membayar mahal karena kualitas gambarnya sangat bagus. Tidak hanya itu, Billy selalu menyemangati teman temannya ketika ada yang kesulitan, juga kadang membantu mengajari mereka meski tidak banyak. Amir melihatnya sebagai superman! Ia heran mengapa Billy bisa seperti itu

Kisah Amir dan Billy diatas memang simple, tetapi mengilustrasikan keadaan hidup (nasib) berbeda. yang satu kewalahan dan tidak tuntas, satunya lagi membuat banyak pencapaian.

Meski bukan satu satunya faktor, tetapi yang mau diangkat disini adalah pendekatan yang mungkin dimiliki Billy yang tidak dimiliki Amir adalah “menjadi tuan atas waktu”

Mereka yang produktif tidak memiliki prinsip “Lebih padat lebih keren”, tetapi memiliki prinsip “bagaimana menyelesaikan lebih banyak hal dengan memerlukan waktu yang lebih sedikit”. Kelihatannya tidak masuk akal, tetapi itu salah satu faktor pembeda

Misalnya saja ketika bekerja dalam tim, jika kita ingin anggota tim bisa bekerja sama, maka orang yang produktif paham bahwa seseorang akan mau bekerja sama lebih baik apabila mereka bekerja karena kemauan dalam diri mereka, bukan suruhan dari orang lain. Itu kenapa mereka menginvestasikan waktu untuk membangun kepercayaan dan membina hubungan baik karena selain mereka bisa belajar dari orang lain, mereka melipatgandakan kekuatan – membentuk solusi win win. Mereka yang melakukan hal ini tahu bahwa waktu mereka bukan benda yang mengontrol mereka tetapi merekalah yang mengontrol waktu

sebaliknya, tipikal Amir yang sibuk ini memandang waktu adalah tuan atas diri mereka dan memiliki kendali atas 24 jam adalah omong kosong. Kenyataannya, mereka kewalahan sendiri saat sudah “berusaha mengontrol waktu sebaik mungkin” (versi mereka). Time management itu adalah skill yang agung dan ironisnya, karena persepsi mereka itu, kenyataan pahit terjadi dan makin benarlah persepsi mereka itu!

Menjadi budak atas waktu menjadikan kita terikat. Tidak ada gerakan dan merasa hidup kita sempit. Sedangkan menjadi tuan atas waktu menjadikan hidup kita bebas dan bisa berpikir lebih jernih. Kita bisa memiliki perspektif lebih luas dan melihat segala sesuatu sebagai kesinambungan. Mengelola waktu dengan baik dan melakukan hal yang benar lucunya membuat banyak hal baru terwujud dan persepsi akan waktu semakin kuat. berbanding terbalik dengan mereka yang sibuk!

Itu kenapa sebelum berpikir hidupmu sibuk dan jadwalmu padat, coba dulu untuk mengubah cara pandang atas waktu dan mulailah mengatur sedemikian. jangan sia siakan waktu untuk hal yang membuang energi dan tidak produktif seperti mengeluh dan protes kepada kehidupan. Inilah ciri ciri orang sibuk – menyalahkan keadaan – akibatnya seperti Amir, tenaga lebih cepat habis dan kerjaan tidak ada kemajuan signifikan

Be productive.
Not busy

Iklan

Kemeriahan Penerimaan Anggota Baru TASRIM SMA Negeri 17 Bandung

Tahun ini adalah tahun ke 30 atau generasi ke 30 TASRIM mengadakan Penerimaan Anggota Baru atau sering disebut PAB TASRIM. Ya, perkenalkan juga TASRIM adalah organisasi pertamaku di masa SMA. Organisasi ini bernama TASRIM yang mempunyai kepanjangan Tali Silaturahmi Remaja Islam Miftahul ‘Uluum. Organisasi ini juga termasuk organisasi keislaman di SMA Negeri 17 Bandung atau biasa disebut ROHIS (Rohani Islam). Pengalamanku disini sangatlah luar biasa, sampai detik ini aku tidak akan pernah lepas dengan organisasi yang bernama TASRIM ini, ya karena kekeluargaan yang belum pernah aku dapatkan sampai saat ini juga. Bisa dibilang TASRIM inilah satu-satunya organisasi yang berbeda dari organisasi yang pernah aku alami sampai saat ini.

Tepat pada hari sabtu tanggal 18 November 2017, TASRIM mengadakan PAB di SMA Negeri 17 Bandung. Dan akupun kebetulan diundang oleh panitia untuk mengisi salah satu materi di acara tersebut. Acarapun dimulai pada pukul 07.00, tetapi aku datang ke acaranya sekitar pukul 08.00 dan akupun kaget melihat anggota TASRIM yang begitu banyak. Terhitung sekitar 60 orang dari total panitia dan peserta. Padahal setahu aku pasti yang berpartisipasi kurang dari jumlah itu, dan yang membuatku kaget adalah jumlah partisipan yang begitu membludak dan membuatku senang melihatnya.

135207

Peserta PAB TASRIM

Tiba saatnya akupun memberikan materi di acara PAB ini. Materi yang aku sampaikan ini adalah mengenai kilas balik TASRIM dari generasi ke generasi, dimulai dari sejarah TASRIM sampai akupun menceritakan pengalamanku di TASRIM dulu. Ya,¬†it’s so funny. Mendengar dan melihat bagaimana pengalamanku di TASRIM dahulu membuat seluruh isi masjid mendadak tertawa gembira. Memang pada zamanku dulu berorganisasi, hal yang patut diingat itu adalah keceriaan dan kegembiraannya terutama kawan-kawanku yang selalu konyol setiap saat. Terutama pada saat aku memutar video TASRIM buatanku di tahun 2012, video ini sebenarnya adalah persembahan angkatanku untuk angkatan baru yaitu angkatan 2012-2013 yang akan menjabat sebagai pengurus di TASRIM. Mengingatnya membuatku ingin terjun lagi ke dalamnya.

101347

Suasana pematerian acara PAB TASRIM

Kegembiraan kembali muncul ketika aku memutarkan video TASRIM yang baru aku buat. Isi dari TASRIM ini adalah sebagai ucapan selamat datang untuk anggota baru TASRIM. Di dalam isi video tersebut aku menampilkan adegan lucu dari pengurus TASRIM yang sekaligus menjadi panitia PAB TASRIM tahun ini. Sampai akhirnya pematerian tentang TASRIM pun berakhir sampai pukul 09.45. Aku berharap, anggota baru bisa merasakan apa yang aku rasakan di TASRIM, karena TASRIM itu keluarga ke 2 yang sangat berbeda dari yang lain. Setelah pematerian selesai, acara dilanjutkan ke lapangan untuk acara games.

Inilah salah satu acara yang paling memeriahkan PAB TASRIM ini. Games ini mengambil tema kekompakan dengan games balon dan sedotan. Terlihat para peserta yang sangat antusias dan gembira mengikuti games ini. Adapun yang sampai tertawa terbahak-bahak karena melihat bibir temannya dalam games sedotan. Tidak lupa juga aku mengabadikan momen yang berharga ini, karena hal langka inilah yang jarang aku temukan.

IMG_20171118_164944.jpg

Acarapun selesai pada pukul 16.30, meskipun sempat diguyur hujan pada saat acara, tetapi tidak membuat partispasi acara menjadi menurun. Acara ini membuatku mengingatkan pada zamanku dulu ketika harus sibuk dengan suka duka menyelenggarakan acara ini. Ya, perasaan ini seperti membawaku kembali kepada organisasi yang membesarkan namaku ini. Sekali lagi, selamat untuk anggota baru TASRIM angkatan 31! Karena TASRIM ini adalah tempat kalian.

 

WOW, Adobe rilis aplikasi terbaru!

Aku adalah salah satu pengguna Adobe, karena memang aplikasi ini sangat keren untuk menyalurkan hobi desain dan visualku. Dan kemarin aku menemukan artikel mengenai Adobe meluncurkan aplikasi terbaru. Apa itu? Yuk simak..

424EThdY_400x400

diambil dari akun Twitter Adobe

Namanya Adobe XD. Apa itu Adobe XD? XD diambil dari singkatan eXperience Design. Fungsi dari aplikasi ini adalah untuk memudahkan para mobile developer untuk membuat tampilan user (User Interface) dan pengalaman user (User Experience) atau biasa disebut juga UI/UX Desainer. Aplikasi ini luncurkan pada tahun 2016 dan aku baru tahu sekarang haha. Akan tetapi, memang aplikasi ini masih segelintir orang yang tahu, apalagi aplikasi ini hanya diperuntukan untuk pengguna Mac OS. Dengan artian bahwa aplikasi ini hanya tersedia untuk Mac OS (koreksi kalo salah ya haha).

Yang keren dari Adobe XD ini selain untuk membuat desain antarmuka mobile yang kece, fitur yang disediakan adalah mampu memperbaiki desain antaramuka yang sudah ada atau dibuat sebelumnya dan memperbaiki bug! WOW, keren kan? untuk kamu kamu yang menjadi seorang mobile developer atau UI/UX Designer jangan lewatkan aplikasi ini yang akan membuat aplikasimu lebih mudah dan makin keren tentunya.

Tidak Biasa, Tapi..

Suasana menimba ilmu memang selalu menjadi idaman dan kenangan yang tidak terlupakan. Terutama aku yang selalu terbiasa dengan lingkungan untuk menimba ilmu. Tapi.. Ya kata tapi inilah yang membuat aku menulis artikel ini, bahwasannya kita tidak selalu harus merasakan diberi tanpa kita mencarinya. Lah maksudnya apa? Yuk simak..

Komputer-Mati-Sendiri-Siswa-Panik

diambil dari Kabar Banten

Belajar, ya belajar atau menimba ilmu adalah kewajiban. Orang tua kita senantiasa menekankan kita harus selalu belajar dan harus berpendidikan tinggi. Dengan kita bisa berpendidikan semakin tinggi, kesuksesan akan semakin dekat. Apakah benar? Lah emang belajar bisa bikin sukses? Coba kita buktikan.

Aku melihat banyak artikel dengan kata kunci ‘pengangguran’ dengan tambahan ‘lulusan perguruan tinggi’. Lah katanya kalo kita kuliah bisa sukses? tapi kok banyak ya artikel serta berita dengan kata kunci seperti itu? terus kenapa kok bisa banyak pengangguran di Indonesia? Ini bisa dirasakan olehku sendiri bahwa aku memang terbiasa dengan lingkungan pendidikan. Apa hubungannya?

Seperti gambar yang tertera diatas menjelaskan bahwasannya kita tidak terbiasa. Tidak terbiasa apa? Kita tidak terbiasa untuk mencari dan selalu berharap untuk diberi. Salah satu contohnya ketika kita mendapatkan materi dari seorang guru dan selanjutnya kita diberi tugas oleh guru tersebut. Lalu terkadang kita sering mengeluh dengan tugas yang diberi oleh guru tersebut sampai hari kita malas mengerjakan tugas tersebut dan akhirnya kita mendapatkan hasil yang buruk, dan selalu berulang sampai kita lulus dari pendidikan tersebut, seperti AKU!. Hal inilah yang bisa menjadi candu ketika kita sudah terjun ke masyarakat, dan hal ini juga banyak sekali perusahaan atau instansi yang menolak kita saat menerima undangan wawancara kerja. Tidak aneh dan wajar saja di Indonesia banyak sekali pengangguran. Tapi..

Perlu kita tanam dalam hati, bahwa hidup kita tidak selalu berada dilingkungan yang kita inginkan. Ada hal menyebutkan bahwa kita harus berani keluar dari zona nyaman. Artinya hal yang ditanamkan bahwa kita perlu memiliki kepercayaan diri yang tinggi dengan cara ya cari hal yang menarik dan tidak perlu untuk diberi oleh orang lain. Kita berusaha untuk memberi kepada orang lain.

Hal yang bisa diambil adalah, kita harus terbiasa. Ya harus terbiasa dengan hal apapun yang kita hadapi di lain hari. Proses ini harus kita tanamkan sejak bangku pendidikan dan aku memang merasakan bahwa dunia kerja itu sangat berbeda dengan bangku pendidikan. Di bangku pendidikan kita masih bisa santai menunggu diberi ilmu oleh guru. Tapi di dunia kerja kita harus mencari bukan diberi. Maka dari itu ubah pemikiran kita yang tadinya harus diberi jadi harus mencari, meskipun kita masih duduk di bangku pendidikan. Dampak yang diberikan mudah-mudahan bisa memperbaiki nasib para lulusan pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan hal ini, kita selalu terbiasa dengan keadaan apapun.

Jadilah lulusan yang bermanfaat, maka kebermanfaatan akan datang kepada kita.

Aku Gagal!

Lama banget ya aku tidak nulis lagi di blog, ya untuk kali ini aku ingin berbagi cerita tentang kebahagiaan aku. Tapi aku gagal! loh kebahagiaan tapi ko gagal? simak yuu ūüôā

Cerita ini berawal dari keinginan orangtuaku yang ingin aku menjadi seorang Sarjana. Terutama Almarhum Ayahku yang selalu memimpikan aku menjadi sarjana. Lalu ibuku ¬†pun berbicara, “Uang darimana kalo kamu kuliah?” ujar dia. Tetapi aku bilang bahwa aku akan mengikuti program beasiswa BIDIKMISI. Dan Alhamdulillah, berkat do’a semuanya aku bisa mendapatkan keinginan Almarhum Ayahku. Dan semuanya ini aku persembahkan untuk kedua orangtuaku. It’s the best day for me!!

bisa dibaca juga¬†https://alihasanasyariblog.wordpress.com/2016/05/10/snmptn-yang-membuat-gelisah/ untuk part yang ini ūüôā

11903921_1144897005525726_3163805133461275534_nfotoku bersama Pak Ali (Kepala Sekolah SMA Negeri 17 Bandung) dan Furqon Ali (Teman Sebangku) disebelah kanan Pak Ali

Beberapa bulan kemudian, aku mulai masuk kuliah dan mulai berkenalan dengan beberapa teman sekelas yang berasal dari beberapa daerah. Memang untuk pertama kali itu rasanya aneh, kok bisa aku bergaul dengan mereka. Serasa mimpi di siang bolong dan tidak menyangka aku bisa duduk di bangku perkuliahan. Dan yang selalu aku pertanyakan apakah aku bisa menjalani amanah perkuliahan ini? apakah aku mampu? Hal ini yang selalu ada dipikiranku melihat jadwal dan perkuliahan yang semakin membuat otak ngebul. Ya, memang sih itu derita mahasiswa. Tapi hal ini lah yang membuat beda dengan masa SMA. Walaupun perkuliahan sistemnya flexibel, tapi perkuliahan adalah pendidikan yang sebenarnya.

_MG_1581

Teman-temanku di Semester 1

Seiring berjalannya waktu, perkuliahan pun tidak terasa sudah menginjak semester 3. Dan inilah mulai puncaknya tugas¬†numpuk. Dan hal inilah pertama kali aku mendapatkan nilai yang tidak semestinya aku dapat. Dan memang aku tidak terima nilai itu sampai sekarang, karena memang tidak adil. Tapi aku tak akan membahas masalah itu, terlalu sakit untuk diingat ūüė¶ yasudahlah kembali ke yang lain¬†haha. Selain hal tadi, mulai semester ini juga hal yang menyita waktu berdatangan serta aku pun mulai kecanduan dengan namanya BEGADANG. Kata orang, bukan Mahasiswa kalau tidak sering begadang. Dan memang pada kenyataannya begitu, hanya tugas yang membuatku mulai kecanduan dengan begadang. Tetapi hal inilah yang tidak ada dikehidupan SMA, dari mulai dapet nilai pas-pasan, dapet dosen¬†killer, tugas ospek jurusan lah, tugas besar, tugas ini, tugas itu dan sebagainya. Dan saya sebut, ini lah pendidikan yang sebenarnya.

Semester 5 pun tiba, dan aku diamanahi sebagai Presiden BEM di jurusan. Loh ko bisa? Loh ko gini? Emang aku bisa? Hal itu yang sering ada dipikiran aku, dimana aku harus mengurusi dan melayani kebutuhan mahasiswa di jurusan sebagai Presiden dan juga aku harus menyelesaikan studi aku di semester tersebut yang dikenal sebagai puncaknya semester dijurusanku. Apakah aku bisa?

13151643_10204519970918805_1695095431122524911_n

Foto saya dan Wakil saya (Ahmad Banyu Rachman)
sumber : Instagram @banyurachman95

Hal yang luarbiasa dalam hidupku untuk menjadi pemimpin di bangku kuliah. Apakah aku bisa? Dan memang hasilnya pun, studi di semester 5 tidak memuaskan dan hasil kinerja BEM di bawah kepemimpinanku pun kurang memuaskan juga. Hal ini yang aku sesali sampai sekarang dan masih berpikir, apakah aku bisa meneruskan sampai akhir nanti?

Tingkat akhirpun tiba, dimana adik tingkat sudah mulai bertanya “kapan lulus kang?”. Apalagi ada sebagian adik tingkat menyebutku “akang legend” atau “akang veteran”. Sampai suatu ketika saat aku mulai bimbingan skripsi, aku diperintah oleh pembimbing untuk membuat program dari bahasa R dan itu suatu hal yang mutlak karena jurusanku Ilmu Komputer. Hah, Bahasa R? Apaan Bahasa R? Bahasa pemrograman dasar aja gabecus. Ini mau nyoba Bahasa yang baru denger ditelinga? Gak Mungkin deh.

IMG_20170213_113941

Presentasi Algoritma ketika masa bimbingan

Terkadang aku pesimis, dan memang aku merasa pesimis karena pemrograman yang selalu jadi tolok ukur kelulusan di jurusan Ilmu Komputer. Tanpa ditanyapun, ya jurusan Ilkom harus bisa ngoding dan bikin program. Sempat aku terpikir apakah aku salah pilih jurusan?

Hal yang aku lakukan adalah terus menerus bimbingan selama 2 kali dalam seminggu. Biarpun aku memang gak becus dalam pemrograman, tidak salah kalau aku terus menerus ngotot bimbingan. Selama bimbingan, aku tidak pernah sekalipun kelewat untuk dimarahin karena memang skill yang aku miliki sangat kurang sampai tiba saatnya aku sangat menyerah. Tetapi aku bertanya pada diri sendiri, emang kamu kalo udah sejauh ini mau nyerah aja? terus yang kamu perjuangin sampe masuk PTN dulu buat apa? buat candaan aja? terus orangtua kamu yang udah perjuangin mati matian ngebiayain kamu itu dianggap apa? iya sih emang, nyerah itu gampang. Tapi yang gak gampang itu adalah menghindari zona nyaman untuk kesuksesan. Nah kamu mau nyerah gitu? gampang sekali ya kamu mikir nya? mikir deh, kalo kamu ngeluh terus emang skripsi kamu atau masalah kamu bakalan beres? yang ada kamu pasti GAGAL!

Dan hasilnya, selama satu semester dengan sikap aku yang ngotot ini adalah seperti ini.

photo_2017-08-28_19-08-54

Yudisium Ilmu Komputer 28 Agustus 2017

photo_2017-08-28_20-33-09

Bersama Partner Segalanya (Desi Ari Sandi)

WhatsApp Image 2017-08-28 at 17.32.43

Bersama Non Departemen BEM KEMAKOM 2015-2016 (Wiwi, Dheana, Banyu, Aku, Qori, Irma)
*nama-nama dibaca dari orang paling kiri di foto

Aku adalah orang gagal jika gampang menyerah.
Aku adalah orang gagal jika gampang mengeluh.
Aku adalah orang gagal jika gampang putus asa.
Aku adalah orang gagal jika tidak yakin pada diri sendiri.
Dan Aku adalah orang berhasil jika berani mencoba dan lari dari zona nyaman.
NOTHING IMPOSSIBLE!!!

Terima kasih banyak terutama untuk kedua orang tuaku sehingga berhasil sampai saat ini. Hasil ini aku persembahkan untuk Almarhum Ayahku dan Ibuku tercinta. Hanya ini yang bisa aku berikan, in sya Allah aku akan memberikan hal yang lain untuk membuatmu bahagia.

Dan juga, aku berterima kasih pada partner segalanya (Desi Ari Sandi) yang sudah membantu semuanya. Juga pada rekan-rekan yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Cerita ini sebenarnya masih panjang dan ingin aku sampai semuanya karena rasa bahagia ini. Terakhir, jangan pernah takut tuk mencoba walaupun kita dalam keadaan tidak bisa apa-apa. Meskipun tidak ada orang yang mau membantu atau tidak membantu kesulitan kita, ingatlah Allah yang menentukan segalanya. Maka dari itu, yakin pada apa apa yang kita lakukan untuk masa depan yang lebih indah. Karena proses pahit akan dibuahi dengan hasil manis. SELAMAT BERJUANG PEJUANG SKRIPSI!!!

Bandung, 28 Agustus 2017

Ali Hasan Asyari, S.Kom.

Particle Swarm Optimization

Swarm Intelligence adalah kecerdasan kolektif yang muncul dari sekelompok agent atau individu mahluk hidup. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah particle swarm optimization (PSO). PSO diperkenalkan oleh Kennedy dan Eberhart pada tahun 1995, terinspirasi dari perilaku sosial hewan, seperti segerombolan burung.

Penggunaan metode PSO ini didasarkan pada penggunaan operasi matematika primitif dan secara komputasional tidak besar dalam hal pemanfaatan memori serta kecepatan pemrosesan, algoritma yang sangat sederhana, dan paradigma dapat diimplementasikan hanya dalam beberapa baris kode. Metode ini meniru kemampuan binatang yang mencari sumber makanan, setiap individu dalam PSO akan dianggap sebagai sebuah partikel. Algoritma PSO berfokus pada penyelesaian masalah optimasi dalam pencarian ruang untuk mendapatkan solusi.

Algoritma ini adalah salah satu dari teknik komputasi evolusioner, yang mana populasi pada PSO didasarkan pada penelusuran algortima dan diawali dengan suatu populasi yang random yang disebut dengan particle. Berbeda dengan teknik komputasi evolusioner lainnya, setiap particle di dalam PSO juga berhubungan dengan suatu velocity. Partikel-partikel tersebut bergerak melalui penelusuran ruang dengan velocity yang dinamis yang disesuaikan menurut perilaku historisnya. Oleh karena itu, partikel-partikel mempunyai kecenderungan untuk bergerak ke area penelusuran yang lebih baik setelah melewati proses penelusuran.

dXmfi

Illustrasi pergerakan Algoritma PSO

Perhatikan Illustrasi PSO, setiap partikel setara dengan burung, mereka terus-menerus memperbarui mereka posisi dan velocity. Mereka mencapai solusi optimal melalui iterasi terus menerus. Menentukan sendiri posisi dan kualitas velocity oleh dua nilai “extremes” dalam setiap iterasi. Nilai ekstrim pertama adalah solusi optimal ditemukan oleh partikel itu sendiri, disebut local best, Dan ekstrem yang lain adalah solusi optimal yang ditemukan oleh seluruh partikel, yang disebut global best. Sehingga posisi optimal dan kecepatan bisa dipilih secara tepat.

Pada dasarnya, PSO dimulai dengan menghasilkan populasi solusi secara acak. Hal itu dapat mewakili populasi menjadi dua dimensi matriks, dimana baris mewakili partikel sedangkan kolom berisi nilai masing-masing variabel. Kecepatan setiap partikel ditentukan oleh dua nilai yang diperoleh sebagai solusi, yang pertama adalah global best (Gbest) yang terkait dengan solusi terbaik yang pernah dicapai oleh partikel dan yang kedua adalah local best (Lbest) mewakili solusi terbaik untuk populasi dari iterasi tertentu. Misalnya, dalam masalah minimisasi global best (Gbest) akan diperbarui oleh local best (Lbest) jika pada iterasi tertentu Lbest < Gbest. Proses ini diulang sampai kriteria yang diberikan terpenuhi. Dalam penelitian ini, kita menggunakan PSO dengan inertia weight (w). Hal ini dapat dilihat bahwa perlu menyediakan parameter diantaranya fungsi tujuan F(x), jumlah partikel, nilai awal dari global best dan dua percepatan koefisien.

Kesederhanaan algoritma dan performansinya yang baik, menjadikan PSO telah menarik banyak perhatian dikalangan para peneliti dan telah diaplikasikan dalam berbagai persoalan optimasi. PSO telah populer menjadi optimisasi global dengan sebagian besar permasalahan dapat diselesaikan dengan baik di mana variabel-variabelnya adalah bilangan real. Implementasi dari PSO ini dapat menangani banyak masalah, seperti di kontrol frekuensi pemuatan energi, optimal penjadwalan beberapa satelit dalam pengisian bahan bakar, dan model alokasi optimum untuk tempat penampungan darurat gempa.

pso

Diagram Alir Algoritma PSO

Seperti pada Gambar Diagram Alir, prosedur standar untuk menerapkan algoritma PSO dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Inisialisasi populasi dari partikel-partikel degan posisi dan velocity secara random dalam suatu ruang dimensi penelusuran.
  2. Evaluasi fungsi fitness yang telah ditentukan sebelumnya.
  3. Membandingkan evaluasi fitness dengan Local Best.
  4. Identifikasi partikel dalam lingkungan dengan hasil terbaik sejauh ini.
  5. Update velocity dan posisi partikel.
  6. Kembali ke langkah 2 sampai kriteria terpenuhi, biasanya berhenti sampai nilai fungsinya yang cukup baik atau Global Best yang mendekati sama dengan 0, artinya sampai pada jumlah iterasi maksimum.

Seperti halnya dengan algortima evolusioner yang lain, algortima PSO adalah sebuah populasi yang didasarkam penelusuran inisialisasi partikel secara random dan adanya interaksi diantara partikel dalam populasi. Di dalam PSO setiap partikel bergerak melalui ruang solusi dan mempunyai kemampuan untuk mengingat posis terbaik sebelumnya dan dapat bertahan dari generasi ke generasi.

Dilema Mahasiswa Tingkat Akhir

Sudah lama sekali aku tidak menulis, sehingga sering muncul ide dan cerita yang tidak tersampaikan. Jadi kali ini aku ingin bercerita tentang bagaimana galau nya sebagai Mahasiswa tingkat akhir serta berbagai derita keringat darah dan cinta yang tiada pernah berakhir. yaelah lebay haha.

Sebagai Mahasiswa tingkat akhir sudah menjadi suatu yang lumrah dan wajar¬†ketika muncul dalam pemikiran¬†“kok gue udah ga kenal sama lingkungan kuliah ya, terutama orang orangnya”.¬†Ya, itu adalah hal yang sering dialami ketika seorang mahasiswa pergi ke kampus dan jarang bertemu teman seangkatannya. Apalagi hal yang di bilang “wajar” lagi ketika sering ketemu adik tingkat yang selalu nanya gini “Kang, udah beres skripsi nya?”, “kang kapan lulus?”, “kang ngapain ke kampus?”. Pertanyaan yang¬†bikin ngeselin¬†selalu terlontar dari bibir manis polos adik tingkat. Ya, kadang – kadang sekali ingin¬†ngejitak¬†dan kadang – kadang juga menjadi sebuah tamparan tersendiri. Dan satu hal lagi yang selalu ada dipikiran mahasiswa tingkat akhir adalah¬†“kok gini amat ya skripsi, apa gue bisa?”. Ya itu dibilang pemikiran ekstrim lah, tetapi memang hal – hal yang ghoib ini suka muncul tiba – tiba ketika sedang dilanda¬†dilema.

Di Kampus, hal yang paling ditunggu mahasiswa akhir adalah kehadiran “Dosen”. Ya, Dosen diibaratkan malaikat penolong yang selalu dinanti nanti umat manusia. Tetapi, Dosen juga terkadang menghilang tak ada kabar seperti bang toyib. Banyak sekali tipe Dosen untuk dijadikan pembimbing oleh Mahasiswa. Suatu ketika juga, aku ingin mengajukan proposal Skripsi ke koordinator skripsi, supaya segera mendapat dosen pembimbing. Tetapi pada saat penyerahan pertama, aku harus merivisi dan mendalami lagi apa yang aku ajukan. Setelah itu berselang 3 hari aku menyerahkan hasil revisian dan mendalami sedikit materi yang aku ajukan. Pada saat itupun proposal aku diterima dan disuruh untuk bertemu lagi dosen tersebut pada hari rabu seminggu setelah pengumpulan tepat pukul 07.00 pas diruangannya. Seminggu kemudian, aku memenuhi janji tersebut. aku sudah stand by didepan ruangannya pukul 06.45. Pas pukul 07.00, aneh nya dosen yang membuat janji tidak datang. Ah,¬†mungkin telat beberapa menit. Tetapi aku menunggu sampai jam 09.00 tidak kunjung datang, hatiku berbicara¬†“kok, gini amat ya dosen. lupa atau emang sengaja atau gimana gitu”. Saking kesalnya, aku pun pergi karena kelamaan menunggu. Dan ajaib nya, sampai 2 bulan tidak ada respon mengenai proposal yang aku ajukan. Akhirnya, aku ajukan lagi proposal nya ke koordinator yang satunya lagi. Dan tak lama kemudian, selama 2 hari aku sudah mendapat dosen yang akan menguji proposalku.¬†“Ada aja ya dosen teh, ada yang nyadar ada yang engga. ah gapapa lah yang penting bisa pengujian proposal”. Setelah pengujian proposal, 2 hari berselang aku langsung mendapatkan dosen pembimbing skripsi dan bisa langsung melanjutkan skripsi berdasarkan proposal yang aku ajukan.

Banyak sekali hal yang menjadi¬†tabu¬†ketika menjadi mahasiswa akhir. Yang asal nya kita berbarengan kemanapun dengan teman ketika kuliah, sekarang harus sendiri. Yang asalnya kuliah di kelas, sekarang diruangan dosen atau dimanapun untuk menyelesaikan skripsi. Yang asalnya makan teratur, jadi tidak teratur¬†(padahal sama sama aja haha). Yang asalnya dosen nungguin kita, sekarang kita yang nungguin dosen. Dan terkadang, dengan skripsi yang selalu jadi pikiran, bisa membuat tubuh kita nempel sama kasur alias¬†“Males-Malesan”. Jangan sampai lah ya.

Dengan adanya skripsi ini, percayalah bahwasannya ini adalah skenario-Nya. Dan percayalah bahwa Tuhan memberikan ujian sesuai dengan kemampuan kita. Tuhan yang menetapkan standar ini untuk memberikan ujian cinta-Nya atas kita, karenanya ada baiknya, kita pun diam-diam merenungi dalam-dalam bahwa mereka yang diuji sejatinya tengah bertarung dengan kekuatan iman, kemurnian pikiran, kedalaman pemahaman, dan kepekaan nurani untuk merasakan hikmah di balik segala ujian yang ada. Tuhan berhak menguji dengan tawa dan tangis yang tercipta, agar ada decap syukur dan sabar di antara keduanya. Tuhan juga berhak membuat kita tertawa bahagia, agar terbangun syukur yang ada setelahnya.

Bukan hanya itu saja, Tuhan juga akan membumbuhi perjalanan kita dengan sedikit rasa tawar agar teriring sabar di dalamnya. Hidup selalu menawarkan fase kehidupan yang akan dilalui, dari yang rendah tingkatannya hingga yang paling tinggi. Setiap fase hadir karena pelakunya mampu melewati tantangan tersebut.

Salah satu kekuatan terbesar para pejuang tugas akhir adalah doa orang tua, dukungan dari teman seangkatan. Karena kekuatan terbesar ada pada orang tua, tentu perbanyaklah memohon ridha orang tua. Tantangan terberatmu jelas ada pada dosen pembimbing kapan dan di mana harus bertemu. Bagian mana yang harus direvisi, yang penting siap-siaplah untuk kuat meskipun sebenarnya kita tidak bakalan kuat melihat tugas akhir kita dicoret-coret. Semangat para pejuang skripsi! Masa depan kita ditentukan dengan keadaan dan sikap kita saat ini ūüôā